alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

BNNP Ungkap Jaringan Sabu Riau

MATARAM-BNN NTB mengungkap jaringan penyelundup sabu dari Riau menuju Lombok. Petugas menangkap satu orang terduga pelaku berinisial RD, 41 tahun. Pelaku diamankan tak lama setelah mengambil paket sabu di salah satu ekspedisi, di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Senin (18/3).

Penangkapan terhadap RD didahului dengan informasi yang diterima Bidang Pemberantasan BNNP pada Sabtu (16/3). Kepala BNNP Brigjen M Nurochman mengatakan, informasi masyarakat menyebut ada narkotika jenis sabu yang akan dikirim dari Riau menuju Mataram.

”Kita telusuri dan koordinasikan dengan ekspedisi pengiriman untuk mengecek benar atau tidak informasi tersebut,” kata Nurochman, kemarin (19/3).

Selanjutnya, Senin (18/3), sekitar pukul 13.30 Wita, tim bersiaga di sekitar TKP penangkapan. Saat itu, petugas mendapat informasi terduga pelaku akan mengambil paket berisi narkotika sabu.

Tak lama menunggu, seseorang yang belakangan diketahui sebagai terduga pelaku, keluar dari kantor ekspedisi. Dia terlihat membawa satu kotak dengan dibungkus kertas kado bermotif bunga.

”Setelah kita pastikan kalau RD pelakunya, petugas bergerak untuk melakukan penangkapan,” terang dia.

Dugaan petugas tepat. Setelah digeledah, tim menemukan lima poket sedang berisi kristal bening diduga sabu. Barang haram tersebut ditempatkan dalam satu wadah dengan sejumlah sabun.

Nurochman menyebut, sabun tersebut diduga kuat untuk menyamarkan pengiriman sabu dari Riau ke Mataram. ”Pemain lama ini. Kita sudah curigai lama dan jadikan target,” ujar Nurochman.

Jenderal bintang satu ini mengatakan, pengungkapan jaringan Riau Lombok tidak berhenti di RD. Jajarannya masih melakukan pengembangan terhadap jejaring RD di wilayah NTB. ”Kecurigaan kita masih ada (jaringan lain). Itu masih kita kembangkan,” sebutnya.

Atas perbuatannya, RD kini disel di Kantor BNNP. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal selama 20 tahun penjara.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks