alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Lima Kilo Ganja Dalam Bumbu Dapur

MATARAM-Pasangan suami istri, Sanusi alias Uci dan Sinta, kembali berurusan dengan polisi. Keduanya tertangkap tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB atas kepemilikan ganja seberat 5, 04 kilogram.

Ganja tersebut diperoleh pelaku dengan memesan kepada seseorang dari Aceh. Barang haram dikirim menggunakan kargo pesawat terbang. Narkoba jenis tanaman tersebut ditaruh di dalam jeriken dengan kapasitas sekitar 50 liter.

Pelaku menyamarkan jeriken dengan menempatkannya di dalam kardus. Daun, biji, dan batang ganja kemudian dibungkus ke dalam 51 bungkus plastik. Guna menyamarkan visual ganja saat pemeriksaan, di dalam jeriken ditaruh bubuk bumbu dapur.

Kabidhumas Polda NTB NTB Purnama mengatakan, pelaku ditangkap di tempat tinggal mereka, di salah satu kos, Lingkungan Pelita, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram. ”Sebelumnya pergerakan pelaku kita pantau selama lebih dari satu minggu,” kata Purnama, kemarin (19/3).

Mengenai asal usul ganja, Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Kristovo Arianto menyebut jajarannya telah berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Hasilnya, ganja yang dikuasai para pelaku terindikasikan dari kedua wilayah tersebut.

”Dari ciri-cirinya ganja berasal dari sana (Medan dan Aceh),” kata Arianto.

Kedua pelaku terindikasi masuk dalam jaringan narkoba lintas provinsi. Mereka menjalin hubungan dengan bandar besar di Aceh. Kiriman ganja diduga kuat bukan kali ini saja diterima Uci dan Sinta.

”Mereka jaringan Aceh,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Komang Satra.

Meski tertangkap tangan dengan barang bukti ganja, Satra menyebut pelaku berdalih barang haram tersebut bukan milik mereka. Polisi tentu saja tidak mempercayai pengakuan keduanya. Apalagi saat penangkapan ditemukan puluhan plastik berisi batang, biji, dan daun ganja.

Selain ganja yang memperkuat dugaan keduanya masuk dalam bisnis haram narkoba, polisi juga mendapati bukti lain di handphone pelaku. Hasil pemeriksaan, di handphone tersebut terdapat jejak komunikasi seseorang yang memesan ganja kepada Uci dan Sinta.

Ganja tersebut rencananya diedarkan pelaku di wilayah Mataram, Narmada, hingga Senggigi. ”Ganja yang diterima pelaku itu sudah ada yang pesan. Ada yang satu kilogram, ada yang 1,5 kilogram. Itu kita dapati (bukti) di handphone pelaku,” tandas Satra.

Sebelum tertangkap pada akhir pekan lalu, Uci dan Sinta pernah berurusan dengan polisi. Keduanya merupakan residivis untuk tindak pidana narkotika.

Atas perbuatannya lagi, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 114 ayat 2, Pasal 111 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara.(dit/r2) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks