alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Polisi Bongkar Penyuplai Sianida untuk Tambang Liar di Lombok dan Sumbawa

MATARAM-Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB membongkar bisnis illegal penjualan Sianida. ”Ada sebanyak 2,5 ton Sodium Cyanide (CN) yang kita amankan,” kata Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB Kompol I Gede Harimbawa, Sabtu (18/4).

Zat asam pengikat emas tersebut dikirim dari Jakarta. Tujuannya diedarkan untuk tambang liar. ”Khususnya di  wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa,” terangnya.

Terungkapnya bisnis illegal itu berawal dari laporan masyarakat. Tim lalu bergerak. Tepatnya, di wilayah Narmada, Lombok Barat (Lobar), Mobil bernomor polisi B 1825 UVM  mengangkut benda mencurigakan. Mobil itu dikemudikan HRS, 28 tahun. ”Kami langsung menjegal laju truck itu,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan, tim menemukan tujuh drum berisi sianida. Setelah diinterogasi, rencananya barang tersebut bakal dikirim ke tempat penggelondongan emas di Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng). ”Kami langsung kembangkan hasil temuan itu,” bebernya.

Ternyata, HRS juga memiliki gudang tempat menyimpan barang tersebut. Tepatnya, di wilayah pertokoan Bertais. ”Ada 29 drum yang kita temukan digudangnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, HRS juga menyimpan 14 drum sianida di wilayah Karang Sukun, Mataram. ”Total berat seluruh sianida yang disimpan oleh HRS sebanyak 2,5 ton,” kata dia.

Dari pengakuan HRS, dia menjalankan bisnis tersebut bekerjasama dengan pria berinisial SW, asal Pademangan Jakarta Utara.  ”Mereka memasarkan ke lokasi tambang illegal di wilayah NTB,” jelasnya

Menurutnya, Sianida ini bahan berbahaya. Jadi, untuk memperjualbelikan barang tersebut harus memiliki izin dari pemerintah. ”Para pelaku ini diduga memperdagangkan Sianida secara ilegal utuk mendapatkan keuntungan,” kata Harimbawa.

Dari pengakuannya, perdagangan tersebut sudah digeluti sejak pertengahan tahun 2019. Tujuan penjualannya meliputi Sekotong, Lombok Barat; Pringgarata dan Janapria, Lombok Tengah; dan Poto Tano, Sumbawa Barat.

Dari hasil interogasi sementara, sianida itu akan dijual ke penambang rakyat seharga Rp 85 ribu per kilogram.  Mereka mendatangkan sianida dari Jakarta  Per drum isi 50 kilogram. ”Per drum dibeli seharga Rp 3,5 juta. Disini mereka menjual eceran,” kata Harimbawa.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 106 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman pidananya paling lama empat tahun dan denda maksimal  Rp10 miliar. “Kerugiannya ini tidak ternilai karena penambangan liar merusak lingkungan,” ungkapnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks