alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Mantan Kadistanbun Dicecar tentang Pengadaan Benih Jagung

MATARAM-Penyidik Kejati NTB kembali memeriksa tersangka korupsi benih jagung tahun 2017 berinisial HF, Senin (19/4/2021). Mantan kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB tersebut diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan.

HF dijemput mobil tahanan jaksa di sel tahanan Polda NTB sekitar pukul 10.35 Wita. Mengenakan kemeja putih, HF selesai diperiksa sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat ditanya wartawan mengenai materi pemeriksaan, HF tidak mengeluarkan kalimat apa pun. Dia hanya terdiam menuju mobil tahanan jaksa.

Penasihat hukum HF, Herman Saputra yang mendampingi mengatakan, materi pemeriksaan mengenai proses pengadaan benih jagung. ”Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pembagian benih bibit ke petani,” kata Herman.

Semua sudah dijawab secara kooperatif oleh HF. Tidak ada yang direkayasa. ”Dijawab sesuai dengan tupoksi dan sepengetahuannya,” kata Herman.

Total anggaran pengadaan benih jagung Rp 48 miliar. Dikerjakan dua tahap. Pertama, dikerjakan PT SAM dengan anggaran Rp 17 miliar dan tahap kedua dikerjakan PT WBS dengan anggaran Rp 31 miliar. ”Berdasarkan ketentuan dari pusat, proyek ini dilakukan secara penunjukan langsung,” kata dia.

Ada indikasi kepala Distanbun NTB saat itu mengatur proyek tersebut. Tetapi Herman menepisnya. ”Tidak ada penekanan dari kadistanbun yang menjadi KPA (kuasa pengguna anggaran) dalam proyek tersebut. Itu urusan ULP (unit layanan pengadaan),” terangnya.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan pemeriksaan tersebut hanya melengkapi  keterangan pada pemeriksaan sebelumnya. ”Itu hanya pemeriksaan tambahan saja,” kata Dedi.

Sekarang tinggal menunggu pemeriksaan tersangka lain. Dalam pekan ini, seluruh tersangka bakal diagendakan pemeriksaan lagi. ”Semua akan ada tambahan pemeriksaan lagi, pekan ini,” jelasnya.

Diketahui, dalam  kasus tersebut penyidik menetapkan empat tersangka. Yakni, mantan kadistanbun NTB inisial HHF; PPK inisial IWW; Direktur PT WBS inisial LIH; dan Direktur PT SAM inisial AP. (arl/r1) 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks