alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

PN Mataram Tuntut Terdakwa Pembunuh Linda 15 Tahun Penjara

MATARAM-Terdakwa pembunuh kekasihnya, Rio Prasetya Nanda dituntut hukuman 15 tahun penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch. Taufik Ismail dalam sidang di PN Mataram, Senin (19/4/2021).  ”Meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama 15 tahun penjara. Dikurangi masa terdakwa dalam tahanan,” kata JPU membacakan surat tuntutan di hadapan majelis hakim yang diketuai Hiras Sitanggang serta hakim anggota Agung Prasetyo dan Glorious Anggundoro.

Terdakwa Rio yang diminta tanggapannya terkait tuntutan JPU tidak berbicara banyak. ”Saya minta keringanan saja yang mulia,” jawab Rio dengan nada rendah.

Dalam kasus ini, JPU menuntut terdakwa tidak berdasarkan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Tetapi tuntutan berdasarkan pasal 338 KUHP yang mengatur tentang pembunuhan biasa.

Dalam pasal 338 disebutkan barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara maksimal 15 tahun. JPU menuntut berdasarkan pasal pembunuhan biasa berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi di persidangan.

Dalam pertimbangan tuntutan, JPU menyebutkan hal-hal yang memberatkan, di antaranya telah menghilangkan nyawa kekasihnya Linda Novitasari dan terdakwa berusaha menghilangkan barang bukti. ”Perbuatan terdakwa mengakibatkan kekasihnya Linda Novitasari kehilangan janin dalam kandungannya,” ujarnya.

Dari dakwaan jaksa, Rio membunuh pacarnya Linda di rumahnya Perumahan Royal Mataram, Juli 2020 lalu. Diduga penyebabnya, tersangka tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan Linda. Lalu terjadi cekcok dan mencekik Linda hingga tewas. Rio berupaya menghilangkan jejak. Mayat Linda digantung di ventilasi ruang tengah rumahnya.

Skenario itu dibuat seakan-akan Linda meninggal karena gantung diri. Namun, upaya Rio terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam.

Dalam sidang itu Rio meminta maaf kepada keluarga Linda. Dia mengakui kesalahannya. ”Saya meminta maaf yang mulia. Kepada keluarga Linda dan keluarga saya sendiri. Saya telah melakukan kesalahan,” kata Rio.

Abdul Gani, penasihat hukum Rio tidak banyak komentar mengenai tuntutan JPU. Menurutnya, tuntutan JPU sudah sesuai fakta persidangan. ”Tidak ada niat untuk membunuh. Dia hanya spontan karena sempat diancam dengan anak panah, kemudian mencekik korban,” kata Gani. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks