alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Setelah Dikirimi Tengkorak, Pengusaha di Mataram Diteror Kain Kafan

MATARAM-Teror kembali menghantui pasangan pengusaha berinisial HS dan LH di Mataram. Sebelumnya,  pasangan suami istri itu dikirimkan paket berisi benda menyerupai tengkorak manusia.

“Pengusaha itu kembali dikirimkan kain kafan ke rumahnya,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (19/6).

Kain kafan itu dibentangkan di depan rumahnya. Kain kafan itu ditaburi bunga. “Didalamnya (kain kafan) terdapat paku,” jelasnya.

Sebelumnya, pelaku mengirimkan paket tengkorak melalui ojek online. Namun, teror kain kafan itu diletakkan sendiri oleh pelaku. “Dia datang sendiri saat tengah malam. Dan membentangkan kain kafan itu di depan rumahnya,” ujarnya.

Tim Satreskrim Polresta Mataram sudah menyelidiki lokasi rumah korban teror.  Meminta keterangan sejumlah pihak disekitaran rumah itu.”Tetapi, tidak ada saksi yang melihat orang yang meletakkan kain kafan itu,” jelasnya.

Tim juga sudah mengecek CCTV di sekitaran rumah korban. Namun, belum bisa diidentifikasi pelakunya. “Di rumah itu terdapat dua CCTV. Satu CCTV-nya mati. Yang satunya lagi masih hidup tapi gambarnya kabur,” jelasnya.

Sehingga, pelaku  sulit diidentifikasi.  Tetapi, penyelidik masih terus mengembangkan kasus. “Kita masih dalami dan memeriksa sejumlah pihak. Termasuk keluarganya,” kata Kadek Adi.

Apakah ada persoalan dengan keluarga atau karyawan?.  Hal itu masih kita dalami. “Kalau terlalu teknis saya belum bisa sampaikan,” kata dia.

Sampai saat ini, motif teror tersebut belum juga disimpulkan. “Saya tidak ingin berandai-andai memberikan keterangan. Harus jelas dan buktinya sudah terkumpul,” terangnya.

Jika pelaku ditangkap, dia bisa dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Hukumannya satu tahun penjara. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks