alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Narkoba di Lapas Mataram, Tiga Narapidana Berpeluang Jadi Tersangka

MATARAM-Narapidana (Napi) lembaga pemasyarakatan (Lapas) Mataram berinisial AZ, G, dan H belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan narkoba ke Lapas. Namun mereka bisa dijerat apabila unsur pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terpenuhi.

”Kita sudah koordinasi dengan jaksa. Kita diarahkan juga menerapkan pasal 132,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Minggu (19/7).

Di  Pasal 132 itu disebutkan unsur mengenai percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika. Melalui pemufakatan jahat yang dilakukan, narapidana itu bisa dijerat. ”Kalau petunjuk jaksa menyatakan seperti itu, kita tinggal tetapkan tersangka para napi yang terlibat,” jelasnya.

Elyas mengatakan, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, para napi bakal kembali diperiksa. Guna proses pemberkasan. ”Kita lebih gampang memanggil mereka. Karena saat ini kan mereka masih  menjalani masa pidananya di Lapas,” ungkapnya.

Terkait penahanannya akan dikomunikasikan dengan Lapas Mataram. Apakah nanti akan tetap ditahan di Lapas atau di Polresta selama proses penyidikan. ”Kita belum tentukan itu,” jelasnya.

Elyas menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima berkas hasil penelitian jaksa. Pihaknya baru berkoordinasi saja. ”Nah, saat koordinasi itu kita diminta untuk mengarahkan ke Pasal 132 itu,” kata Elyas.

Jika sudah secara resmi menerima berkas hasil penelitian jaksa terhadap tersangka yang sudah ditetapkan, baru penyidik akan menetapkan para napi sebagai tersangka. ”Kita tinggal tetapkan saja,” ujarnya.

Diketahui, sejauh ini penyidik baru menetapkan para pengirim berinisial S dan pengambil narkoba berinisial A ke dalam lapas sebagai tersangka.  Sementara Napi masih berstatus sebagai saksi.

Terungkapnya, barang haram yang keluar dari dalam Lapas itu berawal dari tim meringkus dua pelaku berinsial S seorang tamping dan kurir berinisial A di areal parkir Lapas Mataram. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H.

Di saat yang bersamaan, tim juga membekuk seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram. Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang napi berinisial AZ. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks