alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

MATARAM—Pasangan kekasih berinisial SU, 24 tahun dan EY, 23 tahun sudah delapan bulan menjalin asmara. Mereka sudah merencanakan, tiga hari lagi akan melangsungkan pernikahan.

Apesnya, mereka gagal melanggeng ke pelaminan. Lantaran, mereka kompak jual narkoba dan ditangkap polisi.

Kasatnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, mereka ditangkap di kos-kosannya di Lingkungan Gebang Baru Pagesangan Timur, Mataram. “Dari informasi masyarakat, kosnya kerap dijadikan lokasi transaksi dan menggunakan narkoba,” kata Adi, kemarin (19/8).

Sehingga, tim melakukan pemantauan dan menyergap mereka. Dari hasil penggeledahan, ditemukan beberapa barang bukti.

Seperti, timbangan elektrik, skop sabu, gunting, buku catatan, kompor sabu, pipa kaca, serta sabu yang disimpan di berbagai klip. ”Total berat sabu yang diamankan saat penggeledahan 39,54 gram,” ungkapnya.

Selain itu, tim juga menemukan uang Rp 4.250.000 dari kantong EY. Diduga, uang tersebut merupakan hasil penjualan sabu. ”Mereka dikatakan sebagai pengedar,” bebernya.

Dari pengakuan pelaku saat penyidikan, uang tersebut akan digunakan untuk persiapan menikah. Mereka mulai menjual sabu sejak tiga hari. ”Uangnya baru terkumpul segitu,” ungkapnya.

Karena keburu ditangkap, mereka harus menunda terlebih dahulu pernikahannya. Karena, harus berurusan dengan hukum. ”Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata dia.

Dari keterangan pelaku, mereka mendapatkan barang haram tersebut dari kakak SU.  Berinisial MA. ”Kita sudah meminta ke pihak keluarganya untuk menghadirkan MA dalam kasus ini,” ungkapnya.

Sampai saat ini, belum ada titik terang terkait keberadaan MA. Tim masih terus melakukan pengembangan. ”Kita berharap, MA menyerahkan diri, supaya kasus ini terang benderang,” harapnya.

Akibat perbuatannya, dua sejoli diancam dengan pasal 114, 112 ayat (1), atau pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks