alexametrics
Rabu, 5 Oktober 2022
Rabu, 5 Oktober 2022

Polda NTB Tangkap Pengusaha di Sumbawa, Sita 1,1 Kilo Sabu-Sabu

MATARAM-Seorang pengusaha kayu jati berinisial SU alias Jeger ditangkap tim Ditresnarkoba Polda NTB. Dari rumah pria 37 tahun yang berlokasi di Mapin Rea, Alas Barat, Sumbawa, itu petugas menyita 1,127 kilogram sabu-sabu.

Atas kepemilikan sabu-sabu itu, Jeger terancam hukuman mati atau seumur hidup. Dia dijerat pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kita berhasil membongkar ini berkat informasi dari masyarakat dan penyelidikan mendalam yang dilakukan penyelidik,” terang Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Jumat (19/8).

Kapolda menyampaikan, sabu-sabu itu ditemukan di beberapa tempat di rumah Jeger. Pertama, Sembilan poket ditemukan di dalam bungkus kanebo. Barang haram itu sudah siap diedarkan. Selanjutnya di dalam tas milik Jeger didapati dua poket berukuran besar.

Baca Juga :  Polda NTB Usut Dugaan TPPO Ratusan PMI yang Diberangkatkan Secara Ilegal

Dari temuan itu, polisi melanjutkan penggeledahan.

Menyisir seluruh sisi rumah Jeger dan menemukan pipa paralon. Begitu dibuka, di dalamnya ditemukan sembilan poket sabu berukuran besar.

“Setelah kita kalkulasikan, barang bukti yang ditemukan mencapai 1.127 gram,” beber kapolda.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombespol Deddy Supriadi mengungkapkan, Jeger sudah dua kali menerima kiriman sabu. Metodenya, sabu diterima terlebih dahulu, dibayar setelah barang laku terjual. “Yang terakhir hanya setor uang muka,” kata Deddy.

Jeger memesan sabu-sabu dari wilayah Sumatera. Sejauh ini, polisi belum mendapat identitas orang tempatnya memesan. “Kita masih kembangkan. Sesuai perintah pak kapolda untuk mengusut kasus ini hingga tuntas,” ucapnya.

Deddy menambahkan, selain sabu-sabu, polisi juga menemukan sejumlah plastik klip bening kosong dan uang Rp 92 juta yang diduga hasil penjualan sabu-sabu.

Baca Juga :  Ke Mana Sih Uang Sewa Lahan Gili Trawangan Mengalir?

Jeger mengaku dirinya menjual sabu sejak sebulan lalu. Awalnya dia ditawari temannya. “Saya ketemu dengan teman itu di Mataram,” akunya.

Dalam jangka waktu sebulan, Jeger pernah memesan satu kilogram seharga Rp 1 miliar. “Yang pertama sudah habis,” katanya.

Selama ini, dia menjual sabu-sabu di wilayah Pulau Sumbawa. Dari satu kilogram sabu tersebut, dia mendapat untung Rp 100 juta. Sistem penjualannya terkadang dilakukan secara ecer. “Ada juga yang dijual dengan berat per gram. Per gram saya jual Rp 1,2 juta,” bebernya.

Jeger mengaku terjun ke dunia peredaran gelap narkoba lantaran bisnis kayu jatinya bangkrut. “Terpaksa saya jual begini,” kata dia.

Di samping usaha bangkrut, dia juga terlilit uutang. “Untuk membayarnya saya begini (jual sabu),” ujarnya.

“Saya nyesal. Sebenarnya saya takut, tapi terpaksa,” akunya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/