alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

MATARAM-Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Untuk menangkap mereka, polisi melakukan penyamaran. Pura-pura akan membeli ekstasi. ”Penangkapan menggunakan undercover buy,” jelasnya.

Polisi memesan 50 butir ekstasi kepada Agli. Deal. Agli pun mengajak bertemu di salah satu rumah makan di Jalan Brawijaya, Mataram. ”Setelah kita tahu Agli membawa barang, kami langsung melakukan penangkapan,” terangnya.

Saat digeledah ditemukan 30 butir pil ekstasi. Pil setan itu dibungkus dalam lima klip plastik bening. ”Setelah kita timbang beratnya 14,64 gram,” bebernya.

Polisi tak ingin jaringan pengedar terputus, polisi mengembangkan hasil penangkapan. ”Kita interogasi ternyata Agli mendapatkan barang (ekstasi) dari Patrick,” jelasnya.

Agli diminta menghubungi Patrick. Memintanya datang ke rumah makan tempatnya ditangkap.Tak lama kemudian, Patrick datang. Ketika baru duduk, Patrick dibekuk. ”Kami tidak temukan barang bukti di Patrick,” tutur Elyas.

Dugaan awal Patrick merupakan seorang bandar. Namun setelah diinterogasi, ternyata Patrick mengambil barang dari seseorang di wilayah Kediri, Lombok Barat (Lobar). ”Saat kita kembangkan ke tempat pengambilan barang, orang yang disebut Patrick tak berada di rumahnya,” terang Elyas.

Polisi masih terus memburu terduga bandar ekstasi. ”Kita masih mencari tempat Patrick mengambil barang,” bebernya.

Elyas mengatakan, Patrick merupakan residivis. Sebelumnya, dia pernah ditangkap Polda NTB. ”Patrick ini pernah  dihukum empat tahun penjara,” jelasnya.

Selain pengedar, Agli dan Patrick merupakan pengguna narkoba. Terbukti dari hasil tes urine-nya positif. ”Mereka juga positif menggunakan sabu,” ungkapnya.

Mereka dijerat pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan terancam hukumannya 20 tahun penjara. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks