alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Ditresnarkoba Polda NTB Fokus Miskinkan Bandar Narkoba  

MATARAM-Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menegaskan, tahun ini pihaknya akan fokus menyelesaikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) para bandar narkoba. ”Kita miskinkan para bandar ini,” kata Helmi, Kamis (20/1).

Ada lima kasus bandar narkoba yang masih dikembangkan ke TPPU. Di antaranya, kasus bandar sabu asal Karang Bagu berinisial MR alias Sultan; bandar sabu berinisial TZS alias Gery; bandar sabu asal Karang Bagu berinisial YA alias Upik; bandar sabu asal Samapuin, Sumbawa, berinisial SAJ alias Tiara; dan bandar sabu di Dompu berinisial Y alias Yuyun. ”Semua masih dalam proses penyidikan,” kata Helmi.

Dari lima bandar narkoba yang terjerat TPPU, penyidik sudah menelusuri sejumlah asetnya. Di antaranya berupa barang bergerak dan tidak bergerak. ”Ada mobil, sepeda motor, sertifikat tanah, rumah, perhiasan, buku rekening transaksi, dan uang tunai yang diduga hasil penjualan narkoba,” bebernya.

Baca Juga :  Bikin Ulah, Adrian Curi APD Korona Pesanan RS Narmada

Penyidik baru menyelesaikan bekas penyidikan terhadap MR alias Sultan. Berkasnya sudah dikirim ke jaksa peneliti. “Namun masih P-19 (perlu dilengkapi),” jelasnya.

Helmi mengatakan, semua bandar sabu itu sudah divonis inkrah. Karena pidana pokoknya sudah terbukti, sehingga penyidikan kasus TPPU-nya terus dikebut. ”Kalau sudah inkrah lebih mudah mengembangkan ke TPPU,” ujarnya.

Untuk melengkapi berkas penyidikan, penyidik Ditresnarkoba Polda NTB sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ”PPATK sangat mendukung kami,” ujarnya.

Kasus TPPU yang diusut Ditresnarkoba Polda NTB sudah dilaporkan ke Mabes Polri. Polda NTB paling banyak mengusut kasus TPPU dari pengungkapan kasus narkoba dibanding polda yang lain. ”Kita mendapatkan apresiasi. Makanya ini harus kita tuntaskan tahun ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Edarkan Sabu, Pasutri di Babakan Mataram Dicokok Polisi

Mengusut TPPU merupakan bentuk komitmen Ditresnarkoba Polda NTB memberantas peredaran gelap narkoba. Langkah itu juga untuk memberikan efek jera bagi mereka yang telah merusak generasi bangsa melalui narkoba. ”Patut kita miskinkan mereka,” tandasnya.

Helmi menjelaskan, kasus TPPU yang diusutnya memungkinkan bisa bertambah tahun ini. Terakhir, pihaknya menangkap terduga bandar sabu Mulek. ”Dari hasil penangkapan itu, kita temukan transaksi di rekeningnya mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.

Menurutnya, Mulek tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga tidak mungkin dia bisa bertransaksi hingga miliaran. “Itu memang patut kita curigai. Kita masih dalami kasus TPPU dari bandar narkoba (Mulek),” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/