alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Terdakwa MAN IC Dilimpahkan ke Pengadilan

MATARAM-Berkas perkara korupsi pembangunan MAN Insan Cendekia (IC), Lombok Timur, dilimpahkan penuntut umum ke Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (20/2). Pelimpahan ini akan ditindaklanjuti pengadilan dengan menyusun jadwal sidang untuk keempat terdakwa.

”Sudah limpah tadi pagi (kemarin, Red),” kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Dedi Irawan, kemarin (20/2).

Jaksa penuntut umum (JPU) membagi tiga berkas untuk para terdakwa. Masing-masing berkas milik pejabat pembuat komitmen (PPK) HM Yunus Syihabi; Wakiran dan Rubiatun sebagai rekanan; dan L Syukraningrat selaku konsultan pengawas.

Dedi mengatakan, keempat tersangka berstatus tahanan kota. Mereka diharapkan bisa disiplin mengikuti jadwal sidang yang nanti ditetapkan Pengadilan Tipikor Mataram.

”Tidak ditahan. Dinilai kooperatif,” sebut Dedi.

Sementara itu, juru bicara Pengadilan Tipikor Mataram Fathurrauzi mengatakan, setelah menerima pelimpahan, pengadilan akan menetapkan majelis hakim yang memimpin persidangan.

”Nanti dengan jadwal sidangnya juga. Paling lama satu minggu sudah keluar penetapan,” terang Fathurrauzi.

Dugaan perbuatan korupsi ini terkait ketidaksesuaian spesifikasi bangunan. Dari sana, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB menemukan adanya kerugian negara sekitar Rp 750 juta.

Objek perbuatan korupsi terkait proyek tahap kedua pembangunan MAN IC. Tahapan pertama, dibangun asrama untuk siswa MAN, di Tahun 2014. Satu tahun berikutnya, yakni di 2015, proyek dilanjukan dengan membangun, salah satunya ruang makan untuk putra dan putri.

Di tahap kedua ini, Kemenag RI menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Dana itu diturunkan sebanyak dua kali. Di DIPA awal Rp 5 miliar, kemudian sisanya di APBNP Rp 5 miliar.

Jaksa menjerat terdakwa dengan dakwaan subsidaritas. Yakni, dakwaan primair pada Pasal 2 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, serta Pasal 3 untuk dakwaan subsidair.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks