alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Untungkan Terdakwa, Keluarga Zainal Adukan JPU ke Komjak

MATARAM-Kasus penganiayaan yang mengakibatkan Zainal Abidin meninggal dunia oleh sembilan anggota polisi kembali disorot. Tim Biro Konsultasi Bantuan Hukum Universitas Mataram (Unram) selaku penasihat hukum keluarga Zainal melaporkan jaksa penuntut umum (JPU) ke Komisi Kejaksaan (Komjak) RI.

”Kita minta Komisi Kejaksaan mengawasi JPU yang menyidangkan kasus ini,” kata Suhardi anggota tim penasihat hukum keluarga Zainal Abidin, Kamis (20/2).

Pada sidang pekan lalu, orang tua korban hadir sebagai saksi. Pada sidang itu cukup terlihat emosional. ”Ayah dan ibu dari korban menangis meminta keadilan di hadapan majelis hakim,” jelasnya.

Menurutnya, di persidangan itu, jaksa malah menyudutkan saksi korban. Padahal, seharusnya posisi jaksa harus membela korban. “Seolah-olah terkesan JPU itu menjadi pengacara terdakwa,” ungkapnya.

Pertanyaan yang dikejar JPU mengenai surat perdamaian. Dari situ pertanyaan mulai terlihat memojokkan saksi. ”Saksi ini kurang mengerti bahasa Indonesia. Juga tidak bisa baca tulis,” ungkapnya.

Sehingga, saat disodorkan tandatangan, kedua orang tua korban polos menandatangani itu. ”Padahal, kondisi itu dapat memperberat terdakwa. Tetapi, tak dikejar dan mengarahkan ke majelsi hakim sehingga dapat memperberat sembilan terdakwa,” jelasnya.

”Saya lihat, pertanyaan yang digiring JPU malah terlihat meringankan terdakwa,” ungkapnya.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mempersilakan penasihat hukum untuk melaporkan ke Komisi Kejaksaan. ”Itu hak mereka,” kata Dedi.

Menurutnya, pertanyaan jaksa itu sudah sesuai koridor. Yang dibahas dalam BAP juga mengenai surat perdamaian. “Yang dikejar oleh jaksa untuk mengetahui kebenaran materil dalam kasus itu,” jelasnya.

Jika memang yang dibahas mengenai surat perdamaian yang ditandatangani oleh orang yang tidak cakap hukum, itu kan bisa batal demi hukum. “Itu kan nanti bisa menguntungkan pihak korban,” ujarnya.

Diketahui, sembilan anggota polisi yang menjadi terdakwa itu diduga  menganiaya Zainal Abidin hingga meninggal. Almarhum Zainal Abidin sempat tersulut emosi saat hendak mengambil sepeda motornya yang ditilang di Satlantas Polres Lombok Timur.

Selanjutnya, terjadi baku hantam dengan anggota polisi. Sempat dilerai, karena loyalitas anggota polisi yang lain ikut memukuli Zainal Abidin. Babak belur, Zainal sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi naas nyawanya tak tertolong. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks