alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Cekcok di Cakra, Niat Balas Dendam, Ada Desempatan Malah Curi HP Korban

MATARAM-Pria berinisial JL alias Kebot harus berurusan dengan polisi lagi. Itu setelah pelaku pencurian asal Pujut, Lombok Tengah (Loteng) itu mengambil hand phone milik seorang pengendara  ojek online.

”Dia mengambil HP milik korban yang disimpan di dalam dash board sepeda motor,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Senin (20/4).

Kejadiannya bermula dari Kebot dan korban sempat cekcok di jalan. Mereka ribut karena mereka hampir tabrakan. ”Tetapi, keributan itu direda pengendara lain,” terangnya.

Kebot masih belum puas meluapkan emosinya, sehingga dia membuntuti korban. Ketika korban memarkir sepeda motornya di pinggir jalan. ”Korban hanya parkir sebentar saja,” ujarnya.

Kebot yang membuntutinya dari belakang dengan niat untuk balas dendam malah beralih tujuan. Dia melihat handphone korban disimpan di dash board sepeda motornya.

”Lalu sengaja memarkirkan sepeda motornya di samping sepeda motor korban. Lalu mengambil handphone tersebut,” bebernya.

Selanjutnya, pelaku membawa kabur handphone korban. Setelah itu, korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. ”Setelah kami lakukan olah TKP, ternyata ada saksi yang melihat aksi pelaku,” ujarnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi terkait ciri-cirinya, tim opsnal mengembangkan kasus tersebut. Tim mendapatkan kabar kalau handphone tersebut dijual kepada seseorang berinisial AGS. ”Dari keterangan saksi dan barang bukti yang sudah ditemukan tim berhasil mengantongi nama pelaku,” jelasnya.

Tak lama berselang, pelaku berhasil diringkus. Saat kita tangkap Kebot tak melakukan perlawanan. ”Kita tangkap di rumahnya di wilayah Pujut,” bebernya.

Dari hasil interogasi, Kebot sebenarnya tidak berniat untuk mencuri. Karena, ada kesempatan  dia mencuri handphone merek Vivo tersebut.

Zaky menerangkan, Kebot merupakan residivis 3C. Sebelumnya, dia pernah melakukan pencurian uang. ”Pelaku ini pernah dipenjara gara-gara mencuri uang Rp 500 ribu,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyimpan barang bawaan dengan baik. Jangan meletakkan barang atau benda berharga yang lain di dash board sepeda motornya. ”Itu memberikan peluang bagi pelaku untuk beraksi,” kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks