alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Cegah Korona, Polda NTB : Lebih Baik Salat Idul Fitri di Rumah!

MATARAM-Polda NTB tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah. Langkah itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. ”Alangkah baiknya salat Id di rumah saja,” imbau Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa (19/5) lalu.

Polda NTB, Danrem 162/WB, Gubernur NTB,  dan Forkopimda sudah menentukan untuk tidak melaksanakan salat Id di rumah. “Semua masjid-masjid bakal ditutup. Dilarang juga melaksanakan salat Id di lapangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, beberapa pemerintah Kabupaten/Kota memberikan kesempatan bisa dilaksanakan salat Id di masjid ataupun di lapangan. Namun, setelah dikaji, tidak diperbolehkan lagi. “Sudah dirapatkan tadi dengan pemerintah agar masjid tidak dibuka sementara semasa penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Artanto mengungkapkan, memang di fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan pelaksanaan salat Id  di masjid atau di lapangan. Dengan catatan, wilayah tersebut harus berstatus zona hijau atau tidak ada orang terjangkit dan tren penularan Covid-19 terus menurun. ”Namun, muncul pertanyaan, bagaimana nanti apabila ada jamaah yang datang dari zona merah lalu salat bersama dengan orang-orang yang berada di zona hijau,” bebernya.

Kondisi itu bakal memicu penyebaran virus korona. Jika itu terjadi, penanganan Covid-19 tidak bisa selesai lebih cepat lagi. ”Itu yang kita antisipasi,” ujarnya.

Apabila penularannya lebih banyak itu bakal berbahaya. Bukan saja bagi diri sendiri melainkan akan menyebabkan kerugian bagi banyak orang. ”Untuk itu, masyarakat harus sadar. Lebih baik salat di rumah saja,” peringatnya.

Jika ada wilayah zona hijau yang tetap melakukan salat Id, polisi belum melakukan tindakan tegas. ”Kita kedepankan tindakan preemtif dan preventif dulu,” ujarnya.

Pihak kepolisian tetap akan menjaga masyarakat yang melakukan salat Id  di wilayah zona hijau. Mereka harus memastikan, jamaah yang akan menjalankan salat tidak memiliki riwayat perjanan ke daerah yang masuk zona merah. ”Pihak panitia penyelenggara salat Id yang harus bertanggung jawab untuk memastikan orang tersebut memang menetap di lingkungan tersebut. Orang luar lingkungan zona hijau jangan diberikan mengikuti salat Id di wilayah itu,” peringatnya.

Panitia itu harus memeriksa satu per satu jamaahnya. Cara itu memastikan jamaah yang akan melaksanakan salat Id tidak terjangkit. ”Mudahan semua masyarakat mengerti dan memahami situasi seperti ini,” harapnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks