alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Polda NTB Percepat Penanganan Kasus Pungli BLT Desa Bukit Tinggi

MATARAM-Polda NTB mempercepat proses penyidikan dugaan pungli dana bantuan langsung tunai (BLT)  di Desa BukIt Tinggi, Gunungsari, Lombok Barat (Lobar). Berkas tersangka Kepala Desa, Ahmad Muttakin sudah dikirim ke jaksa. ”Sudah kita kirim berkasnya, pekan lalu,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Senin (20/7).

Pengiriman berkas tersebut untuk koordinasi. Apakah, unsur pasal yang disangkakan terhadap Kades tersebut sudah terpenuhi atau tidak. ”Kita mempercepat pengiriman berkasnya supaya kasus ini cepat kelar,” ujarnya.

Dia menginginkan berkas tersebut harus rampung sebelum masa tahanan tersangka habis. Sesuai kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) sudah diatur masa penahanan tersangka.

”Kalau berkasnya tidak selesai hingga masa penahanannya berakhir, bisa saja nanti tersangka bebas demi hukum. Makanya kita percepat proses pemberkasannya,” ungkapnya.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, berkas dugaan pungli dana BLT di Desa Bukti Tinggi sudah diterima. Jaksa peneliti masih mempelajari berkas tersebut. ”Masih didalami. Apakah ada kekurangan dan perlu dilengkapi penyidik nanti akan disampaikan oleh jaksa peneliti,” kata Dedi.

Berdasarkan KUHAP, jaksa peneliti memiliki waktu selama tujuh hari untuk mempelajari dan memberikan petunjuk kepada penyidik. ”Apa yang perlu dilengkapi penyidik harus disampaikan selama tujuh hari,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut, tersangka memotong dana BLT sebesar Rp 150 ribu per orang. Padahal, penyaluran BLT sudah diatur dalam Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan pengelolaan dana desa.

Di aturan tersebut disebutkan dana yang diberikan ke masyarakat itu Rp 600 ribu per orang. Tetapi, masyarakat hanya menerima Rp 450 ribu.

Pada kasus tersebut tersangka dijerat pasal 12e Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. (ar/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks