alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Polisi Sebut Narkoba di Kampus Unram Sudah Beredar Sejak Lama

MATARAM-Polisi mengungkap peredaran gelap narkoba di Universitas Mataram (Unram) sudah berlangsung cukup lama. Ini terbongkar setelah pengungkapan yang dilakukan Tim Subdit I dan tim Khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Rabu (15/7) lalu.

” Ya, sudah berlangsung lama. Mereka baru bisa terungkap sekarang. Mereka menganggap lingkungan kampus tempat paling aman untuk mengedarkan dan menggunakan narkoba,” kata  Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah, kemarin (20/7).

Dari penggerebekan di Fakultas Ekonomi Unram itu ditangkap sebanyak delapan orang. Yakni, berinsial AIT, MSA, SHY, HKJ, GYM, MP, JAG, dan FH. ”Dua diantaranya adalah mahasiswa. Yaitu berinisial GYM dan JAG. Sementara yang lain bukan mahasiswa,” terangnya.

Dari dugaan sementara, para pengedar bisa masuk ke lingkungan kampus melalui dua mahasiswa itu. Diduga mereka bekerjasama untuk mengedarkan narkoba di lingkungan kampus. ”Ada indikasi kalau mereka ini adalah pengedar juga,” kata dia.

Dugaan kuat mereka merupakan jaringan pengedar di lingkungan kampus dilihat dari barang bukti yang diamankan. Ada sebanyak 19 poket ganja dan satu linting ganja yang sudah dicampur dengan tembakau. ”Kita lihat barang bukti itu siap diedarkan. Kalau dibilang mereka hanya menggunakan tidak mungkin. Karena, barang buktinya cukup banyak,” ujarnya.

Dengan penangkapan ini, menjadi peringatan pihak kampus untuk turut serta bersama kepolisian untuk mengawasi mahasiswanya. ”Mungkin perlu dilakukan razia internal untuk mengawasi peredaran narkoba di lingkungan kampus,” jelas Erwin.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB Kompol Wayan Sukarja mengatakan, tertangkapnya delapan orang yang  akan melakukan pesta narkoba di kampus tersebut berawal dari penangkapan pria berinsial RTA di salah satu kafe di Gomong Mataram. Dari tangan RTA ditemukan dua poket ganja. ”Dari pengakuan RTA dia membeli barang (narkoba) itu di salah satu kampus,” kata Sukarja.

Penyidik belum menentukan status sembilan orang yang diamankan. Penyidik masih melakukan pendalaman. ”Kita masih melakukan pemeriksaan. Rencananya, besok pagi (21/7) kita akan gelar,” ujarnya.

Apakah dua mahasiswa itu terlibat dalam membantu mengedarkan narkoba ke wilayah kampus?. Sukarja belum bisa memastikan itu. Sebab, perlu pendalaman. ”Kemungkinan bisa mengarah kesana. Tetapi, perlu kita lihat dulu perannya. Apakah bukti sudah kuat mengarah mereka mengedarkan narkoba di lingkungan kampus atau tidak,” ucapnya.

Dari perbuatannya, mereka dijerat pasal 111 ayat (1), pasal 114 ayat (1) dan pasal 132 ayat (1). Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Sementara itu, mahasiswa berinisial JAG mengaku dirinya mengenal narkoba melalui  temannya. ”Saya makai dari baru kuliah. Sudah tiga tahun,” kata JAG.

Mahasiswa semester enam itu sering menggunakan narkoba di lingkungan kampus. “Kebanyakan ganja. Jarang kalau pakai sabu,” ujarnya.

Dia tak mengakui kalau dirinya ikut mengedarkan. JAG mengaku hanya menggunakan saja. ”Untuk mendapatkan  narkoba di kampus cukup gampang. Kalau ada uang,” kata dia.

Biasanya, untuk bisa menggunakan narkoba,  dia harus sharing dengan temannya yang lain. “Biasanya sharing sama-sama Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu,” akunya.

Per poketnya dibeli dengan harga bervariasi. Mulai dari poketan ganja seharga Rp 50 ribu hinggaRp 200 ribu. ”Tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

Unram Perketat Pengawasan Orang Luar

Setelah penggerebekan itu, Universitas Mataram (Unram) berbenah.  ”Kita sudah melakukan rapat evaluasi untuk memperketat kunjungan ke lingkungan kampus,” kata Wakil Rektor II Universitas Mataram Prof Dr Kurniawan, kemarin (20/7).

Tim keamanan akan memperketat kunjungan dan kegiatan kampus hingga malam hari. Tim pengamanan harus memastikan kegiatan mahasiswa tersebut harus sesuai SOP yang ditetapkan. ”Kita memberlakukan ini untuk mengantisipasi adanya peredaran narkoba juga,” ujarnya.

Tim keamanan juga akan intens melakukan patroli. Mereka akan berkoordinasi dengan tim keamanan yang ada di universitas dan setiap fakultas.

Kurniawan menjelaskan, pihak Unram bakal memperkuat koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda NTB  untuk menekan adanya peredaran narkoba di lingkungan kampus. ”Kita masih upayakan untuk melakukan MoU dengan kepolisian,” ujarnya.

Jika ada informasi peredaran narkoba di lingkungan kampus, tim keamanan Unram siap membantu kepolisian. ”Kita juga bertekad untuk memberantas narkoba di lingkungan kampus,” tegasnya. (arl/r2) 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks