alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Berkas Perkara Pengadaan Benih Jagung Diperiksa Jaksa Peneliti

MATARAM-Berkas penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017 kini berada di tangan jaksa peneliti. Pelimpahannya dilakukan penyidik Kejati NTB Senin (19/7) lalu. ”Berkas penyidikan untuk empat tersangka sudah dilakukan tahap satu (penyerahan berkas dari penyidik ke jaksa peneliti),” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, Selasa (20/7).

Dalam kasus tersebut penyidik menetapkan empat tersangka. Di antaranya, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB berinisial HF; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial IWW; Direktur PT SAM berinisial AP; dan Direktur PT WBS berinisial LIH.

Proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp 48,25 miiliar. Tahap pertama dikerjakan PT SAM dengan total anggaran Rp 17,25 miliar untuk pengadaan 480 ton benih jagung. Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara di tahap pertama mencapai Rp 15,43 miliar.

Tahap kedua yang dikerjakan PT WBS dengan total anggaran Rp 31 miliar untuk 840 ton benih jagung. Pada tahap kedua itu memunculkan kerugian negara Rp 11,92 miliar. Sehingga total kerugian negara yang diakibatkan dari proyek tersebut mencapai Rp 27,35 miliar.

Dedi mengatakan, apabila hasil penelitian dari jaksa menganggap berkas penyidikan keempat tersangka itu sudah lengkap, penyidik segera melakukan tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti). ”Kalau resmi dinyatakan P21 berkasnya, segera kami langsung menyiapkan proses tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti ke JPU) untuk mempercepat proses persidangan,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini masa penahanan keempat tersangka masih berlaku. Sebelumnya, masa penahanannya sudah diperpanjang. ”Penanganan kasus ini kan cukup cepat. Sehingga, diperkirakan berkas sudah masuk ke persidangan sebelum masa penahanan mereka di JPU berakhir,” ungkapnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks