alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Pelaku Pembunuhan di Gubuk Mamben Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

MATARAM-Penyidik Satreskrim Polresta Mataram merekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan H (inisial, Red) alias Senan terhadap iparnya Fitriah, Selasa (19/10). Rekonstruksi untuk memberikan gambaran guna memperkuat penerapan unsur pidana terhadap warga Pagesangan Barat, Mataram, tersebut. “Kita sangkakan pelaku dengan pasal 340 juncto pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa usai rekonstruksi.

Proses rekonstruksi dilaksanakan di ruang Unit Pidum Satreskrim Polresta Mataram. Tidak di tempat kejadian perkara. “Alasan keamanan. Di sana (TKP) situasi belum kondusif,” jelasnya.

Diketahui, Senan membunuh iparnya karena alasan emosi. Sering dihina. Puncak emosinya tak bisa ditahan. Sehingga pada Selasa (21/9) dini hari lalu, Senan mengambil pisau di dalam lemarinya. Lalu masuk ke rumah Fitriah di Lingkungan Gubuk Mamben, Pagesangan Barat, Mataram.

Senan menusuk korban yang sedang tidur bersama suaminya dengan membabi buta. Korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Suami korban sempat berusaha menahan Senan. Namun, terkena bacokan di bagian kaki kiri dan bahu kanan.

Kadek Adi mengatakan, pada rekonstruksi ada sebanyak 19 adegan yang diperagakan. Mulai dari pelaku dan korban cekcok, pelaku memendam amarah lalu mengambil pisau di lemari lalu pergi ke rumah korban, hingga menusuk korban dengan membabi buta. “Dari rangkaian itu unsur pasal dalam pembunuhan berencana terpenuhi,” ujarnya.

Sejak awal pelaku sudah memiliki niat untuk membunuh korban. “Mens rea-nya sudah muncul dari proses rekonstruksi,” kada Kadek Adi.

Proses rekonstruksi tersebut bagian dari proses penyidikan. Menyamakan persepsi dengan jaksa penuntut umum (JPU). “Kemungkinan pekan depan berkasnya sudah kita lakukan tahap satu untuk meneliti berkas penyidikan,” katanya.

Hasil otopsi sudah dikantongi penyidik. Terdapat 23 luka tusukan di sekujur badan, tangan, dan paha korban. “Untuk otopsi kita libatkan dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara,” terangnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks