alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Jadi Kurir Sabu, Pasutri Terancam Tujuh Tahun Bui

MATARAM-Ni Ketut Ernawati dan I Gede Rana dituntut tujuh tahun penjara. Pasangan suami istri (Pasutri) tersebut, dinilai jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB melakukan pemufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika.

JPU Kejati NTB Ginung Pratidina mengatakan, tindak pidana mereka terbukti pada dakwaan kedua. Di Pasal 132 ayat 1 Jo Pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Kita tuntut tujuh tahun penjara,” kata Ginung, kemarin (21/3).

Pembacaan tuntutan dilakukan JPU pada Rabu (20/3), di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Ginung mengatakan, selain pidana penjara, jaksa juga menuntut terdakwa untuk membayar denda.

”Dendanya Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara. Artinya, kalau tidak membayar, hukuman pidana penjara terdakwa ditambah selama enam bulan,” terang dia.

Erna yang berprofesi sebagai guru tertangkap medio September 2018. Saat itu, polisi meringkus Erna bersama Sandi dan Riski, yang diduga sebagai kurir sabu. Tak lama setelah mengamankan tiga pelaku, polisi berhasil meringkus Rana, suami dari Erna.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan lima poket sabu dengan berat total 1,5 gram; satu timbangan elektrik; perangkat alat hisap sabu; uang diduga hasil penjualan sabu sebanyak Rp 3,8 juta; dan tiga handphone.

Ketika kasus ini mencuat, Erna disangka yang memiliki seluruh barang bukti berupa sabu. Tetapi, hasil pemeriksaan kepolisian hingga rangkaian persidangan, muncul fakta lain. Sabu yang ditemukan polisi rupanya milik dari Rana.

Selain kepemilikan, bisnis jual beli barang haram tersebut digawangi Rana. Erna bukannya tidak mengetahui hal tersebut. Berulangkali dia berusaha mencegah, namun posisinya sebagai istri membuat Erna tak berdaya.

Ketika polisi menggerebek kediamannya, pelaku memanfaatkan momentum itu. Dia secara kooperatif menunjukkan di mana suaminya menyimpan barang haram narkoba.

”Iya, sabu memang milik suaminya. Tapi, saat digerebek polisi, yang ada di rumah itu terdakwa Erna,” tandas Ginung.(dit)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks