alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Makin Rawan, 12 Kamar Kos di Pagutan Serentak Dibobol Maling

MATARAM-Sebanyak 12 Kamar kos-kosan di Jalan Gili Layar II Geria Pagutan Indah dibobol. ”Saya tahu kos ini dibobol dari salah satu penghuni yang ingin mengambil barang,” kata penjaga kos Kusuma Wardani, Selasa  (21/4).

Ketika mendengar kabar itu, Kusuma langsung ke lokasi. ”Saat peristiwa terjadi, saya sedang berada di Lotim (Lombok Timur),” jelasnya.

Sesampainya di kos-kosan tersebut, semua dalam keadaan berantakan. Seluruh isi kamar dikeluarkan. ”Semua dibongkar sama pelakunya,” kata dia.

Hampir seluruh kamar berisi TV.  Semuanya amblas. Tak hanya itu, spring bed, kompor, baju, kipas angin, sepatu, dan lemari plastik diangkut. ”Baju yang diambil itu yang bagus-bagus. Kalau yang jelek tidak diambil,” jelasnya.

Kusuma memperkirakan, para pelaku masuk ke kos-kosan tersebut melalui pintu belakang. Karena, ketika dia meninggalkan kos-kosan tersebut pintu depan dan pintu belakang sudah dikunci. ”Ketika saya datang melihat kondisi kos yang sudah kemalingan, pintu depan masih dalam keadaan terkunci. Yang rusak pintu belakang saja,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa membenarkan peristiwa tersebut. Dia sudah menerima laporan. ”Ada 12 kamar yang dibobol,” kata Kadek Adi.

Unit Pidum sudah melakukan olah TKP.  Saat tiba di lokasi, kondisi kamar dan kos-kosan sudah berantakan. ”Mereka membongkar semua isi kamar,” jelasnya.(arl/r2)

Kusuma memperkirakan, para pelaku masuk ke kos-kosan tersebut melalui pintu belakang. Karena, ketika dia meninggalkan kos-kosan tersebut pintu depan dan pintu belakang sudah dikunci. ”Ketika saya datang melihat kondisi kos yang sudah kemalingan, pintu depan masih dalam keadaan terkunci. Yang rusak pintu belakang saja,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa membenarkan peristiwa tersebut. Dia sudah menerima laporan. ”Ada 12 kamar yang dibobol,” kata Kadek Adi.

Unit Pidum sudah melakukan olah TKP.  Saat tiba di lokasi, kondisi kamar dan kos-kosan sudah berantakan. ”Mereka membongkar semua isi kamar,” jelasnya.

Tim sudah mengkonfirmasi sejumlah saksi. Guna mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. ”Kita masih kembangkan,” ujarnya.

Dari laporan yang diterima, kos-kosan tersebut memang sangat sepi. Karena, penghuninya meninggalkan kos-kosan tersebut.  ”Sebagian penghuninya itu mahasiswa. Mereka pulang ke kampung halaman  karena kuliah mengingat adanya pandemic Covid-19,” bebernya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks