alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bawa Sabu dari Karang Bagu, Supir Truk Asal Sumbawa Ditangkap di Lingsar

MATARAM– Seorang sopir angkutan antar pulau berinisial AR, 26 ditangkap polisi.  Pria asal Alas, Sumbawa itu diduga kuat menjual narkoba jenis  sabu. ”Pelaku ini sudah beberapa kali membeli sabu dari sini (Mataram) dan menjualnya di Sumbawa,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Mataram (21/6).

AR ditangkap bersama kondekturnya (kernet) berinisial SH, 33 tahun, Sabtu malam (20/6)  di salah satu  penginapan di Desa  Batu Kumbung, Lingsar, Lombok Barat (Lobar). ”Dia menginap di hotel itu rencananya akan dijadikan singgah untuk menggunakan sabu,” jelasnya.

Tetapi, tim  Satyaprabu Satnarkoba Polresta Mataram menggagalkan upaya mereka untuk menggunakan sabu. Dari hasil penggeledahan dengan disaksikan penjaga hotel ditemukan beberapa barang bukti.

”Kita dapatkan satu buah klip sabu berukuran besar. Setelah ditimbang beratnya 5,22 gram,” ujarnya.

Selain itu ditemukan satu pipa kaca yang didalamnya masih terdapat  padatan sabu. Beratnya, 1,7 gram.

”Total berat sabu yang diamankan  sekitar 6,92 gram,” bebernya.

Selain itu, ditemukan beberapa alat untuk menggunakan sabu. Seperti, bong sabu yang terbuat dari botol plastik, gunting, pipet yang sudah diruncingkan, pipa kaca, korek api gas tanpa tutup kepala, dan tisu. ”Dari ditemukan barang bukti itu, mereka berencana untuk nyabu di hotel itu,” terangnya.

Dari hasil penelusuran sementara, pelaku ini bukan saja sebagai pengguna. Diduga juga dia menjual sabu di wilayah Sumbawa. ”Dia beli disini dengan harga cukup murah. Diduga juga  dijual di Sumbawa,” bebernya.

Pengakuan sementara, AR membeli barang haram itu dari seseorang di Karang Bagu, Mataram. ”Kita masih kembangkan,” jelasnya.

Mereka sudah menjalani tes urine. Hasilnya, semua positif. ”Mengaku baru dua hari lalu menggunakan narkoba,” ungkapnya.

Apakah pelaku juga menjual ke supir truk yang lain. Elyas belum bisa memastikan hal itu. ”Kita masih dalami,” terangnya.

Pada operasi itu, tim juga melibatkan tim K-9. Langkah itu dilakukan untuk memastikan apakah truk yang dibawa AR memuat narkoba atau tidak. ”Dugaan kita ada narkoba yang diselundupkan pelaku di dalam barang yang dimuatnya. Tetapi, tidak ada,” bebernya.

Mobil truk nomor polisi EA 8297 G itu disita. ”Kita sita sementara truknya,” ungkapnya.

Dari perbuatannya, AR dan kernetnya dijerat pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara. (arl/r2()

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks