alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Dulu Pecandu Kini Penjual Sabu, Warga Kediri Diciduk Polisi

GIRI MENANG-Tak ada kapoknya, HA alias AB kembali berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap tangan membawa narkoba. Selain sebagai pengguna, pria asal Dusun Luwuk, Desa Kediri ini diduga merupakan pengedar narkoba. Kini ia terancam hukuman berat.

“Terduga pelaku ini dulu awalnya sebagai pengguna, tapi semakin ke sini dia jadi pengedar,” jelas Kasatres Narkoba Iptu Faisal Afrihadi, Sabtu (20/6) lalu.

Penangkapan HA dilakukan Jumat malam. Sekitar pukul 18.30 Wita. Itu setelah anggota Opsnal Satres Narkoba mendapatkan informasi dari masyarakat Dusun Pelowok Timur, Desa Kediri. Bahwa di salah satu rumah, diduga sering dijadikan tempat transaksi jual beli Narkotika yang dilakukan HA alias AB. Berdasarkan informasi itu, aggota melakukan penyelidikan.

HA ditangkap saat mau menjemput anaknya di gang sebelah rumahnya menggunakan sepeda motor. “Setelah diamankan kemudian tim memanggil saksi dua orang untuk melakukan pengeledahan badan dan sepeda motor terduga,” jelas Faisal.

Ditemukan uang Rp 6 juta diduga hasil transaksi narkoba. Selanjutnya tim menuju rumah terduga yang berjarak 100 meter dari TKP penangkapan. Di sekitar rumah terduga ditemukan pot dan senter di halaman.

Di dalamnya ternyata berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4.30 gram. “Ada juga ditemukan kotak permen yang berisi klip plastik transparan yang di dalamnya diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4.58 gram. Jadi jumlah keseluruhan bruto 8.88 gram,” jelas Kasatres Narkoba.

Selanjutnya barang bukti dan terduga pelaku dibawa ke Kantor Sat Resnarkoba Polres Lobar. Dari investigasi awal, pelaku dulu pernah telibat kasus yang sama. AB yang pernah honorer di BPBD dan Dinas Damkar Lobar ini bahkan pernah direhabilitasi karena narkoba. “Saya kecanduan,” ungkapnya ditanya alasannya nekat jadi pengedar.

Padahal, dari sisi finansial, AB diketahui tidak kesulitan. Ia diketahui berkeluarga dengan mantan Pejabat Lobar. Namun akibat kecanduan narkoba, ia pun tak bisa lepas bahkan menjadi penjual barang haram tersebut. Kini ia terancam dijerat Pasal 114 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks