alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Kampung Sehat, NTB Aman dan Bebas Narkoba  

Lomba Kampung Sehat bukan saja untuk mengajak masyarakat hidup bersih dan mematuhi protokol penanganan Covid-19. Melainkan juga untuk menekan angka kriminalitas dan peredaran gelap narkoba. Sehingga, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di NTB terwujud.

==

Lomba Kampung Sehat NTB 2020 tidak hanya  ini tidak hanya fokus pada pencegahan  Covid-19. Melainkan juga mengajak masyarakat terlibat langsung menjaga Harkamtibmas di NTB.

Cara masyarakat menjaga keamanan lingkungannya juga menjadi parameter penilaian. Parameter itu menjadi magnet bagi seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungannya lebih aman dan nyaman.

”Yang menjadi penilaian juga adalah lingkungan itu memiiki protokol khusus untuk menangani kejahatan ringan yang mungkin terjadi dengan mekanisme lokal atau melalui awik-awik,” kata Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal.

Tak dipungkiri, masa pandemi Covid-19 ini angka kriminalitas meningkat. Namun, semua itu bisa ditekan dengan cara gotong royong. ”TNI-Polri dan masyarakat bersatu padu menekan angka kriminalitas menjadi solusi terbaik dalam pencegahan,” ujarnya.

Masyarakat menjalankan jadwal ronda malam dapat mempersempit para pelaku tindak kejahatan untuk beraksi. Baik itu, tindakan pencurian dengan pemberatan (Curat), tindakan pencurian dengan kekerasan (Curas), dan tindakan pencurian sepeda motor (Curanmor). ”Keterlibatan masyarakat dalam menekan angka kriminalitas sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Tak hanya angka kriminalitas saja yang dapat ditekan. Peredaran gelap narkoba di lingkungan juga dapat dicegah. ”Masyarakat melalui awik-awik yang dibuatnya ikut berperan menekan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

NTB bisa aman dan peredaran gelap narkoba jika masyarakat ikut terlibat. ”Kita bersama-sama melangkah. Kita berhasil karena kita bersama. Bersama kita bisa,” tegasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB Brigjen Pol I Gede Sugianyar mendukung penuh pelaksanaan lomba Kampung Sehat ini. Karena salah satu tujuan dari pelaksanaan lomba itu adalah mengajak keterlibatan masyarakat untuk perang melawan narkoba. ”Program ini sejalan dengan program kami, menciptakan kampung Bersinar (bersih dari narkoba),” kata Sugianyar.

Setiap tahun, BNN dan Pemprov NTB menargetkan menciptakan satu kampung Bersinar di masing-masing kabupaten/kota. Melalui program yang digagas Polda NTB itu secara tidak langsung dapat membantu menciptakan kampung Bersinar lebih banyak lagi. ”Kita harus bisa mengajak masyarakat untuk sehat, produktif, bahagia, dan sadar tanpa narkoba,” ujarnya.

Sugianyar mengatakan, sehat itu bukan saja secara fisik.  Melainkan juga sehat mental.”Yang paling penting adalah sehat tanpa narkoba,” ungkapnya.

Diketahui, saat ini narkoba sudah masuk ke dusun-dusun terpencil. Yang disasar adalah para generasi muda. ”Karena memang para pengedar ini menjadikan para anak muda sebagai pasar mereka,” ujarnya.

Untuk menekan itu, perlu keterlibatan masyarakat. Semua harus berperan aktif  melawan narkoba. ”Melalui kampung sehat ini diharapkan masyarakat dari bawah, baik itu RT, dusun atau lingkungan, dan desa atau kelurahan hingga jajaran pemerintahan harus bersatu padu menekan penyalahguna narkoba,” ungkapnya.

BNN sudah menjalankan tindakan preventif. Mereka bekerjasama dengan kader-kader di masyarakat untuk menjalankan kegiatan sosialisasi tentang bahayanya narkoba. ”Kita meyakinkan masyarakat di desa yang memiliki keluarga menjadi penyalahguna untuk diarahkan menjalankan rehabilitasi,” terangnya.

Jenderal bintang satu itu juga mengungkapkan, ada beberapa lingkungan juga sudah mulai bergerak. Mereka menerapkan awik-awik untuk melawan narkoba. ”Kita dukung upaya masyarakat itu. Bukan hanya penindakannya saja. Melainkan juga pada tindakan preventifnya,” ujarnya.

Dia berharap, melalui program Kampung Sehat itu, setiap lingkungan dapat menciptakan awik-awik tentang narkoba. Sehingga, peredaran dan penyalahguna mampu ditekan. ”Kalau awik-awik melawan narkoba di tiap lingkungan terwujud, saya yakin peredaran gelap narkoba ini bisa ditekan,” jelasnya.

Kades Gegelang, Lombok Barat (Lobar) H Husnu Muktar mengatakan, lomba Kampung Sehat ini menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungannya dari tindakan kriminal. Di lingkungannya memberlakukan penjagaan malam di setiap pintu masuk desa. ”Kita bentuk tim keamanan di tiap dusun,” kata Husnu.

Selain itu, dia juga melibatkan tokoh pemuda dan masyarakat di setiap dusun untuk melakukan pembinaaan kepada pemuda yang lain. Para pemuda diarahkan menjalankan tindakan yang positif. ”Para kaum milenial di setiap dusun ikut mengelola lahan desa seluas 1,5 hektare. Dia dilibatkan untuk bertani dan menanam sayur mayur dan holtikultura,” terangnya.

Dengan begitu, anak-anak muda di desanya tidak lagi melakukan tindakan negatif. ”Mereka tidak lagi mabuk-mabukan dan menghindari menggunakan narkoba,” bebernya.

Dia menjelaskan, tim keamanan disetiap dusun juga dilengkapi dengan HT. Langkah itu untuk mempercepat komunikasi antar tim pengaman jika ada yang mencurigakan. ”Yang pasti dengan adanya lomba ini, masyarakat sangat antusias menjaga lingkungan dari tindakan kriminal dan penyalahguna narkoba,” terangnya.

Kepala Lingkungan Pandansalas, Mayura Mataram Sutrisno Nuradi mengatakan, lomba itu semakin menggairahkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Baik itu dari tindakan kriminal maupun peredaran narkoba. ”Untuk menekan tindakan itu, kita berlakukan jam ronda. Mereka berkeliling melakukan patroli saat tengah malam,” kata Sutrisno.

Peredaran gelap narkoba juga menjadi atensi. Dia dan masyarakat sudah membentuk awik-awik tentang melawan narkoba. ”Setiap orang yang diduga melakukan transaksi narkoba, akan dikoordinasikan dengan kepolisian untuk ditindak,” ujarnya.

Selain itu, tim awik-awik juga melakukan penyuluhan. Mereka memberitahukan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. ”Kita memiliki komitmen untuk menyelamatkan generasi muda di Lingkungan ini bebas dari narkoba,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks