alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kabur dari Karantina, Pasien Korona Mataram Tertangkap Pakai Narkoba

MATARAM-Pria berinisial HB alias Bages sempat menjadi buronan tim Gugus Tugas Covid-19. Warga Gontoran Barat, Bertais, Sandubaya, Mataram itu kabur dari tempat karantina di Asrama Haji lima hari lalu.

Namun, Bages tak ditangkap tim gugus tugas Covid-19. Dia ditangkap Tim Satnarkoba Polresta Mataram, Selasa (21/7). ”Kita tangkap dia saat asyik nyabu  di rumahnya,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin.

Dari hasil penggeledahan ditemukan beberapa barang bukti. Seperti, 12 poket sabu dan bong sabu. ”Total berat sabu 4,60 gram,” jelasnya.

Melihat dari barang bukti yang ada, Bages tidak mungkin hanya sebagai pengguna. Diduga, dia juga sebagai pengedar. ”Dia juga mengedarkan,” ujarnya.

Dari pengakuannya, Bages mengambil barang dari seseorang di Karang Bagu, Mataram. ”Sampai saat ini, Bages belum menyebut nama. Kita masih dalami,” bebernya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ke tahanan lain, tim sudah melakukan tindakan sesuai protokol Covid-19. ”Kita rapid dulu terduga pelaku ini dan melakukan swab,” ujarnya.

Setelah dinyatakan sehat, baru akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah itu untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di lingkup Polresta Mataram. ”Kita sudah melakukan rapid ke Rumah Sakit Bhayangkara. Dan tempatnya kita pisahkan dari tahanan lain,” ujarnya.

Camat Sandubaya Saharudin membenarkan bahwa Bages adalah warganya. Dia adalah orang yang positif Covid-19 kabur dari tempat karantina. ”Ya, itu warga saya. Orang itu yang terus dicari sama tim satgas Covid-19 kecamatan dari kemarin, tetapi tidak ketemu-ketemu,” kata Saharudin.

Sementara itu, Bages mengaku dirinya tidak betah berada di tempat karantina. Lalu dia kabur dari kamar. “Kamar saya di lantai dua. Saya kabur lewat jendela. Lalu turun kebawah,” kata Bages.

Bages mulai di Swab dua pekan lalu. Hasilnya positif. ”Saya lihat dan diberitahukan hasilnya positif makanya saya di karantina,” ujarnya.

Setelah dikarantina, Bages tidak pernah menjalani tes Swab lagi. Dia keburu kabur saat akan di tes Swab. “Hanya sekali saya swab. Selama di karantina tidak pernah swab lagi,” ungkapnya.

Dia mengaku, dia membeli barang di Karang Bagu.  Bages enggan menyebut nama orang. ”Pokoknya di Karang Bagu dah,” tutupnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks