alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Kasus Asrama Haji NTB, Kepala UPT dan Bendahara Jadi Tersangka

MATARAM-Penyidik Kejati NTB telah menetapkan tersangka dugaan korupsi pengelolaan dan pemeliharaan asrama haji tahun 2017. Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Abdurrozak Al Fakhir (AAF) dan bendahara Iffan Jaya Kusuma (IJK) ditetapkan sebagai tersangka.

”Kepala UPT inisial AAF dan bendaharanya inisial IJK ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto saat jumpa pers di Kantor Kejati NTB, Selasa (21/7).

Dia ditetapkan sebagai tersangka khusus pada pengelolaan asrama haji.  Munculnya kerugian negara itu dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). ”Dari hasil audit Inspektorat ada sebanyak Rp 484.027.551juta yang tidak mampu dipertanggunjawabkan dari hasil pengelolaan asrama haji,” ujarnya.

Seperti, penyewaan area manasik, penyewaan kamar (penginapan), penyewaan aula (ruang pertemuan) dan sumber lain seperti penyewaan area untuk pendirian stand, fotografi dan penyewaan sarana berdasarkan  perjanjian kerjasama.

Pendapatan UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok pada tahun 2019 sebesar Rp 1.471.504.279. Dari jumlah pendapatan itu tidak seluruhnya disetorkan kepada kas negara sebagai PNBP.

Kedua tersangka hanya menyetorkan sebesar Rp 987.476.728. ’’Selisih pendapatan yang belum disetorkan ke kas negara sebesar Rp 484.027.551 itu menjadi temuan Inspektorat,’’ terangnya.

Hasil penyidikan, pendapatan yang belum disetorkan itu digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka AAF sebesar Rp 217.032.454. Sedangkan uang Rp 209.626.406 digunakan untuk keperluan operasional kantor. ’’Selebihnya sebesar Rp 57.368.591 tidak bisa diertanggungjawabkan,’’ terangnya.

Nanang mengatakan, yang diusut dalam kasus tersebut ada dua item. Yakni, dana PNBP dan Pemeliharaan. ”Yang baru terungkap hanya PNBP saja. Sedangkan mengenai pemeliharaannya masih menunggu hasil audit dari BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji),” terangnya.

Munculnya dugaan kerugian negara dari pemeliharaan itu, setelah ada temuan BPKH. Diduga ada kelebihan pembayaran dari anggaran pemeliharaan.

Hal itu disebabkan kelebihan volume pekerjaan rehabilitasi. Seperti rehabilitasi gedung, untuk hotel ditemukan Rp 373.115.542; temuan gedung Mina Rp 235.957.012; temuan gedung Sofha 242.920.236; temuan pada Gedung Arofah sebesar Rp 290.602.840; terakhir, temuan pada gedung PIH sebesar Rp 28.602.840.  “Itu masih kita usut. Kemungkinan ada tersangka lain,”  tutupnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks