alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Lecehkan Mahasiswi, Oknum Dosen Unram Diskors Lima Tahun

MATARAM-Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) berinisial NIN diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswa berinisial Y. Akibat perbuatannya, dosen yang menjabat sekretaris bagian hukum pidana itu disidang komisi etik, Selasa (21/7).

Sidang komisi etik senat FH Unram berlangsung mulai sekitar 09.30 Wita di ruang rapat Dekan FH Unram.  Sidang etik tersebut dipimpin ketua Komisi Etik Prof Dr Zainal Asikin.

Sebelum sidang dimulai, komisi etik menggelar rapat terlebih dahulu. Selanjutnya, NIN  dipanggil ke ruang sidang. Pada sidang itu juga dihadiri korban Y.  Sidang dilakukan secara tertutup karena menyangkut masalah asusila.

Sekitar 10.20 Wita, NIN keluar dari sidang. Dia terus berjalan keluar dari gedung tengah. Saat ditanyakan mengenai hasil sidang, NIN enggan berkomentar. ”Sudah, sudah tidak usah,” kelitnya sambil berjalan ke gedung barat FH Unram dan masuk ke ruangan khusus.

Begitu juga dengan Y, ketika keluar dari ruang sidang, dia tak memberikan komentar apapun. Mahasiswa yang tengah menyusun skripsi itu terus berjalan menuju mobilnya didampingi rekan-rekan.

Ketua Komisi Etik Senat FH Unram Prof Dr Zainal Asikin mengatakan, pada sidang itu sudah mendengarkan keterangan dari Y sebagai pelapor  dan NIN sebagai terlapor. Hasil pemeriksaannya, terlapor sudah memenuhi syarat pelanggaran etika. ”Melanggar pasal 2 huruf b, pasal 4 huruf a poin 3,  pasal 5, dan pasal 6 Peraturan Rektor Universitas Mataram Nomor 1 Tahun 2011,” jelasnya.

Dalam membimbing NIN tidak berhadap-hadapan. Menaruh mahasiswa bimbingannya disampingnya. ”Menurut kami cara membimbing itu tidak etis,” ungkapnya.

Sehingga terjadilah tindakan memeluk, lalu pegangan tangan, hingga mencium korban. ”Seharusnya hal itu tidak dilakukan. Tindakan itu tidak etis dilakukan,” ujarnya.

Disimpulkan, tindakan yang dilakukan NIN telah merusak marwah lembaga. Bahwa dosen sebagai panutan malah melakukan tindakan tidak etis. ”Setelah majelis kode etik melakukan perdebatan panjang diputuskan, dosen (NIN) di skors selama lima tahun,” kata dia.

”Tidak boleh melakukan kegiatan mengajar selama lima tahun. Serta diberhentikan sebagai sekretaris bagian hukum pidana,” ujarnya.

Sementara, terkait dengan persoalan gaji akan dibicarakan kembali dengan pihak Rektorat. ”Hasil sidang kode etik ini bakal kita kirim ke Rektorat,” ujarnya.

Majelis Kode Etik tidak bisa memberikan sanksi lebih berat terhadap terlapor. Karena, kasus tersebut tidak bergulir ke aparat penegak hukum. ”Kalau seandainya kasus ini dilaporkan ke polisi, mungkin bisa saja diberikan hukuman berat. Karena berdasarkan aturan, jika tindak pidana yang dilakukan ASN  dan tindak pidananya ancamannya di atas lima tahun sudah bisa dipecat setelah ada vonis inkrah,” bebernya.

Asikin menjelaskan, kejadian tindakan pelecehan seksual tersebut terjadi pada 24 Juni 2020 lalu. Saat itu, Y sedang konsultasi bimbingan proposal skripsi. ”Saat melakukan bimbingan, terlapor tidak mau melakukan bimbingan dengan cara duduk berhadapan. Dosen ini meminta untuk duduk bersebelahan,” jelasnya.

Saat itu, terlapor sempat membuka masker korban. Namun, korban mencoba menepisnya. Lalu, terlapor sempat merangkul korban dan menarik tangan korban ke arah paha.

Setelah kejadian itu, korban pulang ke rumah sambil menangis. Lalu menceritakan kepada keluarganya. ”Pihak keluarganya melapor ke pimpinan fakultas,” ungkapnya.

Dekan FH Unram Hirsanuddin mengatakan, peristiwa itu akan menjadi pelajaran penting bagi dosen yang lain. Jangan sampai tindakan dosen membimbing mahasiswa dengan cara-cara yang tidak etis sehingga menimbulkan persoalan seperti ini. ”Ini akan menjadi evaluasi kami,” kata Hirsanuddin.

Pihak kampus belum menentukan apakah akan mendirikan posko pengaduan terhadap mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual. “Hal itu perlu dirapatkan lagi dengan senat,” ucapnya.

Menurutnya, pendirian posko pengaduan itu tak terlalu urgen. Apabila ada mahasiswa yang merasa menjadi korban pelecehan seksual, dipersilakan melapor. ”Lapor saja ke pimpinan atau ke saya. Jangan takut. Identitasnya akan dirahasiakan,” ucapnya.

Direktur Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) FH Unram Joko Jumadi mengatakan, tim sudah memberikan pendampingan terhadap korban. Terutama dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. ”Kita tetap suport korban agar tidak terganggu psikologisnya,” kata Joko.

Begitu juga dengan bantuan hukum. Dari hasil diskusi, korban belum mau membawa persoalan yang menimpanya ke ranah hukum. ”Belum mau melapor ke polisi,” ujarnya.

Tim BKBH belum bisa melakukan upaya laporan polisi karena kasus tersebut bersifat delik aduan. Jadi, harus korban yang melapor ke polisi. ”Kita hanya baru mendampingi dalam proses mediasinya saja,” ujarnya.

Sejauh ini, psikologis korban terganggu. Karena, sikap yang dilakukan dosen tersebut telah mencoreng namanya juga. ”Tetapi, persoalan itu sudah bisa diatasi. Dia sudah semakin cakap menghadapi persoalannya,” ujarnya.

Setelah Y Melapor Muncul Kasus Baru

Keberanian Y melaporkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan dosen diikuti mahasiswa lainnya. Salah satu dosen berinisial MI terseret juga melanggar etika.

Dosen FH Unram itu dilaporkan mahasiswa karena tidak etis dalam memberikan pelajaran. Dia menugaskan mahasiswi untuk membuat konten Tik Tok dan dikirim ke Whatsapp grup. ”Mahasiswi diancam jika tidak membuat konten itu tidak mendapatkan nilai yang baik,” kata Ketua Komisi Etik Senat FH Unram Prof Dr Zainal Asikin.

Tak hanya itu, dosen tersebut juga meminta sumbangan kepada mahasiswa di dalam kelas. Dia meminta sumbangan untuk membantu korban Covid-19. ”Untuk meminta sumbangan kan ada mekanismenya. Tidak ujug-ujug langsung meminta sumbangan di dalam kelas,” jelasnya.

Dari laporan itu, majelis etik menyatakan MI bersalah. Dia dihukum tidak boleh mengajar selama dua semester. ”Tindakannya tak seberat NIN.  Tetapi, majelis etik memutuskan MI tidak boleh mengajar selama satu tahun,” ungkapnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks