alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Dikira Tewas Kecelakaan, Sopir Truk di Dompu Ternyata Dibunuh

DOMPU-Polres Dompu berhasil mengungkap kematian Muhammad Iksan Pratama, 30 tahun, warga Desa Dorebara, Kecamatan Dompu. Sopir truk yang ditemukan tewas bersimbah darah ternyata dibunuh.

Sebelumnya, polisi mengira Iksan menjadi korban kecelakaan. Setelah divisum, penyidik Satreskrim Polres Dompu menemukan kejanggalan. Dokter menyebutkan di tubuh korban tidak ditemukan luka tanda-tanda kecelakaan.

Berangkat dari kecurigaan itu, penyidik mendalaminya. Sejumlah saksi diperiksa. Di situ, penyidik menemukan petunjuk jika Iksan bukan korban kecelakaan, melainkan korban pembunuhan. ”Iksan ini korban pembunuhan. Pelaku iparnya sendiri berinisial MM,’’ kata Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah, kemarin (21/8).

Awalnya, korban bersama MM dan SMR yang diketahui mertua korban berangkat mengambil pasir di Doroncanga, Dompu sekitar pukul 20.00 Wita, Senin (17/8). Saat pulang menuju Dompu sekitar 02.00 Wita, tepatnya di tanjakan Moti Toi di wilayah Tolokalo, Kecamatan Kempo, mereka terlibat kemacetan. Karena di lokasi itu ada kendaraan yang rusak.

Korban pun memutuskan untuk menginap di truk yang dikemudikannya. Saat korban tertidur, MM menghabisinya menggunakan batu. Kemudian korban diseret ke tengah jalan raya.

Paginya, MM dan SMR kompak berpura-pura jika Iksan ini seolah-olah menjadi korban kecelakaan. ”Pengakuan awal dari MM dan SMR, mereka tidak tahu penyebab korban meninggal. Awalnya dikira terlindas truk,’’ bebernya.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga memeriksa kondisi tubuh korban. Di beberapa bagian tubuh korban ditemukan luka-luka yang janggal atau tidak wajar. Seperti terjadi tindakan kekerasan. ”Tim kami mendalaminya, karena ada dugaan awal Iksan ini korban penganiyaan,’’ ujarnya.

Kecurigaan polisi semakin bertambah. SMR dan MM memberikan keterangan berbelit-belit. Atau selalu berubah-ubah. ”Setelah diselidiki, kami menemukan dua alat bukti yang mengarah kepada MM,’’ bebernya.

Di depan penyidik MM tidak bisa berkelit lagi. Dia mengakui telah menghabisi Iksan mengunakan batu. Ia memukul korban berkali-kali di bagian kepala. ’’Alasan pelaku karena sakit hati,’’ jelas Hujaifah.

Pelaku MM mengaku kesal. Korban tidak menepati janji menjadikannya sopir truk. ”Korban pernah bikin janji, kalau mobil truknya datang, MM ini yang jadi sopir. Tapi setelah mobil datang korban menunjuk orang lain jadi sopir,’’ ungkap dia.

Pelaku MM telah ditahan di Polres Dompu. Dia disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilang nyawa orang. (jlo/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks