alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Mantan Kepala SDN 19 Cakranegara Tidak Ditahan

MATARAM-Penyidik Polresta Mataram tidak menahan mantan kepala SDN 19 Cakranegara. Dia berstatus tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS).

”Setelah diperiksa, kami tidak menahannya,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin (22/2/2021).

Penyidik tidak menahan tersangka karena sakit. Usai diperiksa tersangka menunjukkan surat keterangan dokter. ”Tersangka juga merasa frustasi. Atas pertimbangan itulah kita tidak menahannya,” lanjut Kadek Adi.

Menurutnya, tersangka kooperatif. Meski sakit, dia tetap datang dan bersedia memberikan keterangan kepada penyidik. ”Tersangka ini sangat kooperatif kok,” cetusnya.

Diketahui, pada tahun 2015 hingga 2017, SDN 19 Cakranegara mengelola dana BOS sebesar Rp 1,6 miliar. Dari hasil penyidikan, beberapa item penggunaan dana BOS diduga fiktif dan pekerjaan fisik kekurangan volume pekerjaan. Dari perhitungan Badaan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negaranya mencapai Rp 844 juta lebih.

Kadek Adi mengatakan, berkas penyidikan kasus tersebut sudah rampung. Tinggal dikirim ke jaksa peneliti. ”Setelah pemeriksaan tersangka ini, berkasnya kita nyatakan rampung,” kata dia.

Rencananya, pekan ini berkas sudah dikirim ke jaksa peneliti (tahap satu). Jika dari hasil telaahan dan penelitian jaksa nantinya tidak ada petunjuk, kemungkinan besar berkasnya bisa dikatakan sudah lengkap (P21). ”Mudahan saja berkasnya lancar. Karena, kami yakin tidak ada syarat formil maupun materil yang terlewatkan,” jelasnya.

Penyidik belum mengembangkan kasus tersebut untuk menjerat tersangka lain. Karena butuh pengembangan lagi. ”Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP (menunjukkan turut serta melakukan) belum kita terapkan,” bebernya.

Pada kasus tersebut, penyidik menerapkan pasal 3 subsider pasal 2 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Dalam unsurnya, itu ada perbuatan melawan hukum dan kerugian negaranya sudah terpenuhi,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks