alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Penyidik Diminta Cari Pembanding Harga Terkait Kasus Korupsi Marching Band

MATARAM-Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan alat musik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB kembali ke tangan penyidik kepolisian. Jaksa peneliti mengembalikan berkas dengan dua tersangka tersebut, karena kurangnya syarat materiil dan formil.

Juru bicara Dedi Irawan membenarkan adanya pengembalian tersebut. ”Masih ada yang kurang dalam berkas, jadi dikembalikan dengan sejumlah petunjuk,” kata Dedi.

Pengembalian berkas juga sudah diterima penyidik kepolisian. Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, kekurangan berkas tengah diupayakan untuk dilengkapi penyidik.

”Ini berkasnya, kalau sudah lengkap, kita limpahkan lagi ke jaksa,” kata Syamsudin menunjuk tumpukan berkas di atas meja kerjanya.

Disinggung mengenai petunjuk jaksa, Syamsudin menyebut ada satu kekurangan dalam berkas. Yakni, terkait harga pembanding dari sejumlah item alat musik yang dibeli. Penyidik menilai harga terhadap barang terlalu mahal.

Untuk membuktikan satu barang terlampau mahal, maka diperlukan pembanding. Tetapi, dalam berkas, penyidik kepolisian tidak mencantumkan harga pembanding.

Indikator kemahalan harga, juga pernah terjadi di kasus korupsi alat peraga berbasis IT, di Lombok Utara (Lotara). Kasus tersebut menyeret PPK Astari Tapun yang menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS) – yang juga dinilai penyidik Polda NTB kemahalan.

Saat proses persidangan, majelis hakim mempertanyakan kepada jaksa penuntut umum (JPU) mengenai bukti kemahalan harga. Namun, JPU tak mampu menunjukkan mengenai indikator kemahalan harga atas pengadaan yang dilakukan Astari Tapun.

Jaksa rupanya tak ingin mengulangi kejadian serupa di persidangan. Karena itu, berkas dikembalikan kepada penyidik kepolisian untuk dilengkapi dengan harga pembanding.

”Iya, itu sedang kita usahakan cari (harga) pembanding. Nanti kita lihat lagi di sejumlah penyedia barang,” tandas Syamsudin.

Di kasus ini, penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus menetapkan MI dan LB sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan korupsi di proyek pengadaan peralatan kesenian marching band di Dikbud NTB.

Penetapan tersangka, diperkuat kerugian negara yang dikantongi penyidik tipikor. Kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 700 juta.

Angka kerugian dihasilkan dari audit potensi kerugian keuangan negara (PKKN), yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB. Hasil audit BPKP semakin meyakinkan penyidik untuk menetapkan MI dan LB sebagai tersangka.

Proyek ini terdiri dalam dua paket. Paket pertama berasal dari belanja modal untuk sekolah SMA negeri. Nilai proyek sekitar Rp 1,7 miliar. CV EE menjadi pemenang  tender dengan nilai penawaran sebanyak Rp 1.571.890.000.

Paket kedua merupakan belanja hibah untuk sekolah swasta. Pagu anggaran mencapai Rp 1,06 miliar. CV EE keluar lagi-lagi keluar sebagai pemenang tender. Perusahaan asal Lombok Tengah memberi harga penawaran Rp 982.431.250.

Dalam proyek tersebut, LB berperan sebagai rekanan. Adapun MI, merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK). Dia juga menjabat Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) di Bidang Pembinaan SMA Dikbud NTB.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks