alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Unggah Status FB di Lombok ada Korona, Warga Kopang Ditangkap Polisi

PRAYA—Seorang pemuda berinisial SB asal Desa Bebuak, Kopang, Lombok Tengah (Loteng) sempat membuat status di akun facebooknya mengenai virus korona.

Dia menulis ”Assalamualaikum Wr Wb. Hati-hati untuk teman semuanya, virus korona sudah sampai di Lombok. Kalau keluar jangan lupa pakai masker tadi sudah ada tiga korban di Lombok di Desa Aik Bual yang kena virus korona langsung dibawa ke rumah sakit di Terara. Langsung dibawa ke rumah sakit Selong. Di Sukadana sudah ada satu korban meninggal dunia dan semoga virus korona cepat hilang amin. Mohon sebarkan kepada teman-teman yang lain agar semua tahu. Wassalamualaikum”.

Dia mengunggah tulisan itu di akun facebooknya tertanggal 8 Maret. Pukul 08.00 Wita. Hingga, statusnya itu tersebar dan sempat membuat masyarakat resah karena adanya virus korona.

Tulisan pemilik akun Facebook bernama Kecill Oi itu terdeteksi tim cyber troops Polda NTB. Tim menelusuri kebenaran informasi itu. ”Caranya kita sandingkan informasi yang beredar itu dengan website dari Dinas Kesehatan yang saat itu telah membentuk tim satgas penanganan virus korona,” jelasnya.

Setelah ditelusuri SB ternyata menyebarkan informasi yang tidak benar. ”Kita cek kebenaran informasinya. Ternyata itu hoaks,” kata Kasubdit V Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tuziri, kemarin (22/3).

Setelah dipastikan hoaks, tim mencari alamat domisili Kecill Oi. Setelah diketahui, tim mengeluarkan spinlid untuk dilakukan penahanan. “Kita telusuri alamat rumahnya. Ternyata pelaku warga Kopang,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan selama seminggu,  tepatnya Sabtu (21/3) pagi SB berhasil dibekuk di rumahnya. “Saat kita tangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,” bebernya.  

Status facebook itu membuat Kecill Oi harus merasakan dinginnya sel tahanan.

SB terjerat pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946  dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.

Yusuf mengatakan,  tim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia masih melakukan pengembangan.

Karena, dari hasil interogasi SB mengaku ke penyidik kalau tulisan tersebut didapatkan dari seseorang lewat SMS. Ketika ditanyakan siapa yang memberitahukan melalui SMS itu, SB  malah tidak bisa menjawabnya. ”Dia belum mau menyebutkan siapa orang yang meng sms-nya,” kata Yusuf.

Dia tidak mengenal orang yang memberikannya informasi melalui SMS tersebut. Tetapi, penyidik terus menelusuri kebenaran pengakuan SB. ”Kita tetap telusuri siapa orang yang meng sms-nya dengan berkata seperti itu,” jelasnya.

Untuk bisa mendapatkan bukti itu perlu waktu. Penyidik harus meretas handphonenya terlebih dahulu. ”Kita masih dalami. Tunggu saja ,” kata dia.

Yusuf mengaku, dilihat dari bahasa SMS, tidak mungkin SB hanya meng-copy paste tulisan dari SMS ke akun facebook-nya. ”Pelaku itu menulis sendiri di akunnya. Bukan copy paste dari SMS,” ujarnya.

Sejauh ini penyidik belum mendapatkan bukti dia mendapatkan SMS dengan bunyi seperti itu. Apakah dari SMS blash atau SMS pribadi.  ”Kita masih melakukan pendalaman dari handphone-nya,” ungkapnya.(arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks