alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Kasus Sewa Lahan, Mantan Kades Sesela Lobar Jadi Tersangka

GIRI MENANG-Jaksa penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Mataram menetapkan mantan Kades Sesela berinisial AS sebagai tersangka. ”Sudah jadi tersangka. Penetapannya awal minggu ini,” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (22/7).

Penetapan tersangka ini, buntut dari pengelolaan uang sewa lahan menara telekomunikasi. Di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar). Yang tidak digunakan untuk kepentingan desa.

Yusuf mengatakan, uang tersebut tidak dimasukkan ke kas desa. Pembahasan terkait sewa menyewa lahan dan penggunaan uang tidak melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). ”Akhirnya ini tidak masuk dalam APBDes sebagai pendapatan desa,” tutur Yusuf.

Terkait nilai kerugian negaranya, penyidik kejaksaan menghitungnya sebagai total loss. Angkanya mencapai Rp353,88 juta. Berdasarkan nilai sewa lahan dan pajak. ”Kerugiannya total loss. Itu juga hasil perhitungan dengan auditor,” ujarnya.

AS merupakan mantan kades yang purna tugas 2018 lalu. Yang bersangkutan disangka dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Yusuf menyebut jaksa baru menetapkan satu tersangka di kasus ini.

”Baru satu. Nanti kita lakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada (tersangka) yang lain,” katanya.

Nilai kerugian yang ditemukan jaksa dan auditor, berjumlah Rp350 juta, merupakan biaya sewa lahan untuk menara telekomunikasi. Selama 10 tahun di Desa Sesela. Menara itu berdiri di lahan seluas 8×8 meter persegi.

Selama tahap penyidikan, jaksa sudah memeriksa sejumlah pihak terkait. Antara lain, Kades periode sekarang; mantan kades yang sekarang jadi tersangka; sekretaris desa; bendahara; hingga staf desa. Pegawai dari perusahaan telekomunikasi yang menyewa lahan, juga diperiksa jaksa.

Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan mengatakan, ada indikasi uang sewa lahan tidak digunakan sesuai mekanisme. ”Perbuatan melanggar hukumnya di sana,” kata Wayan.

Sebagian uang sewa, disimpan di ruang sekdes. Nilainya Rp155 juta. Hasil penyidikan, uang tersebut digunakan untuk memberi pinjaman kepada staf desa. Penggunannya atas perintah mantan kades. Adapun sisanya, ditransfer ke rekening milik AS. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks