alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Kejari Mataram Hitung Kerugian Negara Penjualan Aset di RPH Loang Baloq

MATARAM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB. Koordinasi untuk menghitung jumlah kerugian negara penjualan aset Pemkot Mataram di Rumah Potong Hewan (RPH) Loang Baloq. “Tinggal melengkapi data saja,” kata Plh Kajari Hilman Azazi, Minggu (23/1).

Diketahui, lahan milik pemkot tersebut awalnya dikerjasamakan dengan PT PPY sejak tahun 1989 silam. Dasar penguasaannya berdasarkan hak guna bangunan (HGB).

Pada tahun 1991, PT PPY mulai mendirikan bangunan.

Tetapi, lima tahun menjalankan usaha, PT PPY bangkrut. Sehingga sejak tahun 1996 PT PPY tidak lagi menjalankan usaha di tempat itu.

Namun tanpa ada dasar, muncul dua sporadik yang dibuat atas nama direktur PT PPY. Masing-masing seluas 2 hektare dan 1,7 hektare.

Baca Juga :  Jadi Tersangka Manipulasi Kredit, Dirut BPR Ramot Ganda Segera Disidang

Pada 2014, lahan milik Pemkot Mataram tersebut dijual seharga Rp 50 juta per are. Dasar penjualannya sporadik.

Namun, yang baru terjual hanya lahan dengan sporadik seluas 2 hektare. Dari penelusuran lahan itu dijual dengan harga Rp 10 miliar dan pihak pembeli baru menyerahkan uang Rp 2 miliar.

Terpisah, Koordinator Pengawas Investigasi BPKP Perwakilan NTB Tukirin membenarkan sudah ada koordinasi dengan Kejari Mataram untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut. “Hanya koordinasi saja dulu,” kata Tukirin.

Sifat koordinasi dalam kasus tersebut belum masuk pada persoalan pokok perkara. Perlu ada data yang dilengkapi untuk menjadi bahan audit. “Nanti kalau sudah ada gelar bersama dan ada permintaan untuk audit kita akan jalan. Tergantung nanti pada surat tugas untuk melakukan audit. Kita tunggu saja,” tuturnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/