alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Istri “Setia”, Bantu Suami Bisnis Narkoba dari Lapas Mataram

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram telah  berupaya membina para narapidana. Namun celah bagi para penjahat untuk kembali berulah hampir selalu ada. Buktinya kasus peredaran narkoba yang melibatkan penghuni penjara kambali mengemuka.

 

====

Mantan narapidana kasus narkoba Yuli (nama samaran) ditangkap Satnarkoba Polresta Mataram, Sabtu (22/2). Dia dibekuk atas pengakuan salah seorang tersangka pengedar narkobadi bilangan Cakranegara.

”Suami saya, menjalani hukuman lima tahun dua bulan, karena kasus narkoba,”  ungkapnya.

Penangkapan Yuli kali ini tak lepas dari ulah sang suami dari dalam lapas. Dia diduga mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara. ”Ya, lewat HP berkomunikasinya,” terangnya.

Bagaimana cara mendapatkan HP?  Yuli mengaku sang suami mendapatkan HP dari sejumlah oknum di dalam Lapas. Ia menyebut ada peran rekan sesama dan tahanan dan oknum petugas Lapas. Keterangan ini ia perkuat dengan pengalamannya sendiri sebagai mantan warga binaan pemasyarakatan.

”Kalau pulsa kita minta tolong ke keluarga dan teman dari luar,” terangnya.

 

Lalu bagaimana cara mengendalikan narkoba dari Lapas?. Yuli mengaku dia hanya mengikuti arahan suaminya. Saat di telepon, dia hanya diminta menerima uang dri pembeli. ”Suami saya nanya, berapa duitnya. Ya, saya jawab segini uangnya. Lalu suami saya hanya bilang ohhh ya udah,” bebernya.

Selama suaminya di dalam penjara, dia sudah mengambil uang di dua orang pengedar. Berinisial MA alias Kedok dan seseorang biasanya dipanggil Pak Haji. ”Saya tidak tahu nama aslinya,” kata dia.

Dia menerima uang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Tergantung dari permintaannya. ”Saya hanya menerima uang saja. Tidak ada barang saya bawa,” jelasnya.

Yuli sama sekali tidak mengetahui asal barang tersebut. ”Suami saya ini hanya menjadi perantara saja,” ungkapnya.

Yuli mengaku, semenjak suaminya ditangkap dia tidak pernah membawa barang. Dia yang juga pecandu ingin sekali menggunakan barang haram tersebut. ”Kalau ingin makai, saya minta sedikit di tetangga. Sekarang sudah ditangkap,” kata Yuli.

Saat ini, suaminya sudah tidak dipercaya lagi membawa barang oleh bosnya. Sehingga, tidak pernah menyimpan barang di rumahnya. ”Suami saya sudah membuat bosnya kecewa,” ujarnya.

Siapa sih bosnya?. Yuli enggan membeberkannya. ”Saya tidak tahu bosnya. Saya hanya menjalankan perintah suami,” kelitnya.

 

Lapas Siap Beri Sanksi Tegas

Sementara itu Kalapas Mataram M Sanni mengaku belum pernah menemukan oknum tamping (tahanan pendamping) dan dan petugas yang menjual HP selama menjabat. ”Jangankan menjual, menyelundup narkoba juga kita belum menemukannya,” kata Sanni.

Setiap Tamping yang keluar masuk harus diperiksa ketat. Jangan sampai mereka menyelundupkan barang yang dilarang. ”Di pintu masuk Tamping harus tetap digeledah,” bebernya.

Begitu juga dengan sipir yang akan memasuki blok, dilarang membawa HP. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi ada kecurangan para sipir yang bermain. ”Kita sudah perketat semuanya,” akunya.

Jika ada sipir yang bermain, Sanni tidak segan-segan untuk menindak tegas. ”Saya proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Bisa saja nanti dipecat tidak hormat,” tegasnya.

Begitu juga Tamping yang coba menjual atau menyelundupkan barang  terlarang masuk ke Lapas akan dihukum. ”Kita tidak segan-segan menindak tegas mereka,” ungkapnya.

Dia meminta kepada masyarakat jika ada yang bermain silakan saja melapor. ”Sebut saja namanya,” pungkasnya. (tim/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks