alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pulang dari Pelarian, Maling Motor di Gomong Mataram Ini Langsung Diborgol

MATARAM-Setelah tiga bulan diburu polisi, terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial SP alias Putra akhirnya tertangkap. Selama pelariannya, pria asal Pejeruk, Ampenan, itu pergi ke Kalimantan.

Pekan lalu, polisi mendapat kabar pria 21 tahun itu pulang. Tim Puma Polresta Mataram pun langsung bergerak.

”Kita tangkap pelaku saat menunggu temannya di Jalan Pendidikan Mataram,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (23/3).

Kepada polisi Putra mengaku tidak beraksi sendiri saat mencuri motor. ”Pelaku lainnya masih kita lakukan pengejaran. Saat ini masih kabur ke luar kota,” kata Kadek Adi.

Putra mencuri motor pada Desember 2021 lalu. Modusnya, dia pura-pura menolong korban yang mengalami kecelakaan di wilayah Gomong, Mataram. ”Satu membantu korban yang dalam kondisi terjatuh, satunya lagi menggeret sepeda motor,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Pelajar Terduga Pelaku Curanmor Dicokok Polisi

Peristiwa kecelakaan yang dialami korban dikerumuni warga. Itu dijadikan kesempatan oleh Putra dan rekannya untuk membawa kabur sepeda motor korban.

Sepeda motor tersebut, selanjutnya digadai pada seseorang seharga Rp 3 juta. Uang yang didapat digunakan pelaku untuk main judi di wilayah Cakranegara. ”Barang bukti sepeda motornya sudah berhasil kita amankan,” jelas Kadek Adi.

Kini Putra sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. ”Pelaku sudah kita tahan,” ujarnya.

Sementara itu, Putra mengaku dirinya telah mencuri motor. Namun, bukan dirinya yang melakukan aksi pencurian. ”Ada teman saya yang mengambil. Saya hanya membantu korban (yang mengalami kecelakaan),” kelit Putra.

Baca Juga :  Polda NTB Pastikan Penanganan Kasus Proyek Senggigi Tetap Jalan

Selanjutnya, sepeda motor tersebut digadai di arena judi bola adil di kawasan Cakranegara. ”Saya gadai Rp 3 juta,” akunya.

Uang itu langsung habis digunakan untuk main judi. Saat main judi pun Putra dan rekannya kalah. ”Saya tidak dapat apa-apa,” kelitnya.

Putra mengetahui dirinya diburu polisi. Sehingga dia dan rekannya pergi ke luar kota menghindari kejaran polisi. ”Saya ke Kalimantan terus pindah ke Bali,” akunya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/