alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Amaq Reme Peragakan 12 Adegan Pembunuhan Adi di Tanjung Karang

MATARAM-Penyidik menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Aik Nyet, Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat (Lobar). Rekonstruksi tersebut dilaksanakan di Pantai  Tanjung Karang, Kamis  (23/4). “Kita laksanakan rekonstruksi supaya ada gambaran bagaimana proses pembunuhan itu terjadi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa usai rekonstruksi, kemarin.

Pada reka ulang tersebut disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum tersangka pembunuhan Amaq Reme, 50 tahun.  Mereka melihat secara langsung agar menyatukan persepsi dalam penentuan pasal yang akan dikenakan terhadap tersangka. ”Melalui rekonstruksi inilah kita bisa melihat apakah unsur penerapan pasalnya terpenuhi atau tidak,” ungkapnya.

Pada rekonstruksi tersebut ada 12 adegan yang diperlihatkan. Hingga menyebabkan korban Adi, 40 tahun meninggal. ”Pelaku memukul korban dengan benda tumpul dan benda tajam di bagian kepala,” bebernya.

Hal itu selaras dengan hasil otopsi yang dilakukan Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Korban menderita luka di kepala sehingga mengakibatkan penyumbatan darah di otak. ”Ada juga luka ditangan, punggung, lengan, dan dada korban,” jelasnya.

Reme melakukan tindakannya pada, Selasa pagi, 18 Februari lalu. Pelaku dan korban tetanggaan. Disinyalir, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena dendam dan cemburu karena istrinya kerap dirayu.

Saat itu, Reme akan menuju ke kebun duren miliknya. Dengan membawa kayu dan parang.

Di tengah perjalanan, korban melintas di jalan setapak dengan mengendarai sepeda motornya. Korban terus menggeber gas motornya dan hampir menyerempet Reme.

Seketika itu, Reme emosi. Lalu memukul kepala korban menggunakan parang. Korban pun jatuh tersungkur ke tepian tebing.

Korban merengek kesakitan. Reme tak menolong Adi. Alasannya, takut ditembak karena saat itu, korban sedang membawa senapan angin.

Reme malah kembali mengayunkan parang lagi ke korban yang sudah terjatuh. Korban pun meninggal.

Saat meninggal pun Reme masih sempat membuatkan keranda mayat bersama warga setempat. Cara itu untuk mengelabuhi kalau dirinya bukan sebagai pelaku pembunuhan.Reme dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Ancaman pidananya paling lama 15 tahun. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks