alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Hukuman Berat Menanti “Sultan Sabu” Karang Bagu

MATARAM-Penyidikan terhadap tersangka pengedar sabu asal Karang Bagu berinisial MR alias Sultan terus berlanjut. Setelah penyidik Ditresnarkoba Polda NTB mendalami tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan kasus narkoba, penyidik menelusuri pidana atas kepemilikan senjata  jenis air gun. “Kita masih kembangkan kepemilikan senjatanya,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma R, Selasa (23/6).

Sultan diketahui memiliki dan menyimpan senjata jenis air gun itu saat diringkus Subdit III Ditresnarkoba, Rabu (17/6) lalu. Dari hasil penggeledahan ditemukan tiga senjata jenis air gun di rumahnya. “Kita masih telusuri dari mana dia mendapatkan senjata itu,” jelasnya.

Helmi belum menyimpulkan apakah senjata yang dimilikinya itu legal atau illegal. “Semua masih ditelusuri,” jelasnya.

Helmi mengatakan, tak sembarang orang bisa menguasai senjata tersebut. Kepemilikannya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api.

Tak hanya itu, penggunaannya itu juga sudah diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap)  Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga. “Di pasal 4 ayat 1 dan 2 diatur cara memperoleh izin dan syarat mendapatkan senjata api,” bebernya.

Salah satunya harus mendapatkan izin dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Serta yang memiliki itu sudah mengantongi kartu identitas sebagai anggota Perbakin.

Bila syarat tersebut tidak ada, yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi terkait kepemilikan senjata api tanpa izin. Sesuai yang diatur dalam pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Dalam pasal tersebut, sanksinya hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.”Ya, bisa saja kita kenakan sanksi itu. Kita masih selidiki dan perkuat bukti dulu,” kata Helmi.

Sebagai pengingat, Sultan ditangkap  dirumahnya, Karang Bagu, Mataram. Dalam operasi itu, ditemukan beberapa barang bukti. Seperti sabu seberat 10,10 gram, timbangan digital, alat laminasi, alat hisap sabu, dan brankas berisi uang Rp 15 juta.

Selain itu juga tim Subdit III Ditresnarkoba mengamankan sembilan buku tabungan, beserta tiga mobil dan enam sepeda motor. Diduga, semua itu didapatkan dari bisnis narkoba yang dijalankan. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks