alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Penggunaan Dana Kapitasi JKN Puskesmas Babakan Mataram Diusut Polisi

MATARAM-Pengelolaan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Babakan, Mataram, diduga bermasalah. Saat ini, penggunaan anggaran tersebut masih diusut Unit Tipikor Satreskrim Polresta Mataram. “Ya, kita masih lid (penyelidikan),” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (23/6).

Prosesnya masih pengumpulan bahan keterangan dan data. Dari pengumpulan keterangan itu, sedikitnya 50 saksi yang sudah diklarifikasi. ”Saya tidak bisa berikan penjelasan lebih detail karena masih penyelidikan,” kata dia.

Polisi menyelidiki penggunaan dana kapitasi tahun 2017 sampai 2019. Per tahun Puskesmas Babakan menerima dana kapitasi JKN Rp 1,1 miliar. Total selama tiga tahun itu dana yang dikelola Rp 3,3 miliar.

Mereka mendapatkan dana kapitasi JKN berdasarkan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan. Total di wilayah Puskesmas Babakan pesertanya mencapai 15 ribu orang dari empat kelurahan. Penggunaannya dibagi 60 persen untuk jasa pelayanan kesehatan dan 40 persen untuk operasional.

Baca Juga :  Pengusaha Bengkel Las Diringkus saat Pesta Sabu dengan Karyawan

Dana kapitasi itu disetorkan setiap bulan ke rekening puskesmas. Dana itu tetap dapat digunakan meskipun peserta BPJS Kesehatan tidak menggunakan layanan kesehatan pada bulan tersebut. ”Yang diusut itu mengenai kesesuaian penggunaan anggarannya,” terang Kadek Adi.

Dasar penggunaan dana kapitasi diatur dalam Permenkes RI Nomor 21 Tahun 2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Dalam aturan itu disebutkan dana kapitasi untuk jasa pelayanan kesehatan memperhitungkan variabel jenis ketenagaan, jabatan, dan kehadiran. Komponen tambahan nilai dihitung berdasarkan rangkap tugas administrasi, pertanggungjawaban, dan masa kerja.

Sementara itu, ketentuan penggunaan operasional pelayanan kesehatan di antaranya untuk biaya pengadaan obat, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, pelayanan kesehatan dalam gedung dan luar gedung.

Baca Juga :  Sambil Bawa Dua Balita, Pasutri di Mataram Curi Motor buat Beli Sabu

Selanjutnya untuk operasional dan pemeliharaan puskesmas dapat digunakan untuk bahan cetak dan alat tulis kantor, biaya administrasi, koordinasi program, sistem informasi, peningkatan sumber daya manusia, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Kadek Adi menerangkan, sebenarnya bukan saja persoalan dana kapitasi JKN yang diusut. Mereka juga mengusut dana Bantuan Operasional Kesehatan. ”Tetapi, kita fokus selidiki dana kapitasi JKN dulu,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/