alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Napi Lapas Mataram Kendalikan Penyelundupan Tiga Kilo Ganja dari Aceh

MATARAM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram kembali menjadi sorotan. Narapidana narkoba berinisial AD diduga mengendalikan pengiriman ganja seberat 3 kilogram dari dalam penjara.

”Pemesan ganja ini dari Lapas Mataram,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto saat jumpa pers didampingi Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah dan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB Kompol I Ketut Sukarja, Kamis (23/7).

Terungkapnya kedok napi AD berawal dari penangkapan dua kurir berinisial RPD, 22 tahun dan YPJ, 23 tahun. Keduanya mengambil paketan berisi ganja di salah satu jasa pengiriman barang. ”Dia mengambil paketan berisi ganja itu di Selong, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (18/7) lalu.

Paket berisi ganja itu dituliskan nama pengirim dan penerimanya. Pengirimnya dari Kak Isah yang beralamat di Jalan Medan B Aceh Utara.

Penerimanya ditujukan ke seseorang bernama Rantak. Alamatnya, Jalan Suhada Nomor 17, Pringgasela, Lotim. ”Alamat  dan orang yang dituliskannya ini palsu. Itu hanya modus saja. Yang benar memang barang itu dikirim dari Aceh,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan dua warga Aikmel itu, tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB mengembangkan kasus tersebut. Dari pengakuan RPD dan YPJ dia hanya dimintai tolong oleh rekannya, berinsial FDR dan AHD. ”RPD dan YPJ dijanjikan uang Rp 1 juta  untuk mengambil paket berisi ganja ini,” bebernya.

Sekitar pukul 13.30 Wita, Sabtu (18/7) tim berhasil menangkap FDR dan AHD. Dua mahasiswa asal Sumbawa itu ditangkap di kosnya, Jalan Sultan Salahudin, Batu Dawa, Tanjung Karang, Mataram. ”Dari pengakuannya, mereka berdua ini juga dimintai tolong oleh seseorang berinisial MRD,” ungkapnya.

FDR dan AHD dijanjikan upah Rp 1 juta jika berhasil mengambil paket tersebut. Karena tergiur, mereka sepakat untuk mengambil paket tersebut. ”Karena, dia yang tinggal di Mataram terlalu jauh untuk mengambil paket di Selong, dari situlah FDR dan AHD meminta tolong ke RPD dan YPJ mengambil paket itu,” bebernya.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan. Tim  berhasil menangkap MRD yang menyuruh FDR dan AHD mengambil paket berisi ganja. ”Kita tangkap MRD di Jalan Udayana. Tepatnya di depan kantor DPRD NTB,” terangnya.

Dari pengakuan warga Dasan Agung tersebut dia disuru mengambil paket sabu oleh seorang narapidana berinisial AD. Dia mengenal AD saat masih di dalam penjara. ”MRD ini pernah terkena kasus narkoba juga dan dia saling kenal dengan AD di penjara,” ujarnya.

Rencananya, MRD bakal mengedarkan ganja tersebut di Mataram. Dia akan membagi hasil dengan AD. ”Kita masih dalami pembagian hasil penjualannya. Berapa persentase yang diterima MRD,” ujarnya.

MRD dan AD pemain lama. Mereka khusus mengedarkan ganja. ”Mereka memiliki jaringan antar provinsi,”  kata dia.

Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan. Lima pelaku yang ditangkap tersebut perannya baru sebatas sebagai kurir. ”Penyidik sedang mendalami keterlibatan napi berinisial AD yang diduga sebagai pemilik ganja tersebut,” kata Erwin.

Penyidik bakal berkoordinasi dengan Lapas Mataram untuk melakukan pemeriksaan terhadap Napi AD. Penyidik akan bersurat ke Lapas untuk menghadirkan AD dalam proses pemeriksaan. ”Hari ini (23/7), kita bersurat. Kita bon dulu si AD,” ungkapnya.

Keterlibatan dua mahasiswa asal Sumbawa tersebut menjadi pengedar ganja belum disimpulkan. ”Indikasinya, dua mahasiswa itu juga mengedarkan ganja di lingkungan kampus. Tetapi, perlu pendalaman lagi,” terangnya.

Kelima kurir tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 111 ayat (2), pasal 114 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks