alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

MATARAM-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Untuk itu, penyidik Kejari Mataram bakal menghitung ulang kerugian negaranya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga auditor untuk menentukan kerugian negaranya. ”Kita belum tentukan apakah nanti menggunakan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) atau Inspektorat,” jelasnya.

Kasus tersebut mulai diusut setelah ada temuan dari Inspektorat KLU. Desa Sesait mengelola dana desa sebesar Rp 2,45 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi kantor desa Rp 185,08 juta. Dari pekerjaannya yang terealisasi hanya tiang pilarnya. Proyek panggung peresean yang memakan anggaran Rp 640 juta diduga tidak sesuai spesifikasi.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga menggunakan dana desa untuk pengerjaan proyek jalan Rp 400 jutaan. Ditambah, untuk menjalankan program lain seperti perayaan festival HUT Desa Rp 103,7 juta; rehabilitasi rumah adat Rp 642,9 juta; pembinaan lembaga adat Rp 17,34 juta; peningkatan produksi tanaman pangan Rp 339,3 juta; dan peningkatan produksi peternakan Rp 37,96 juta.

Dari pengunaan anggaran tersebut muncul potensi kerugian negara mencapai Rp 600 juta. Pihak desa mengklaim baru mengganti kerugian negara Rp 400 juta.

Yusuf menegaskan, temuan Inspektorat itu tetap menjadi acuan. Hanya saja, perlu ada penambahan. ”Dari temuan Inspektorat itu ada yang belum dihitung makanya kita perkuat lagi temuan yang lain,” bebernya.

Melihat dari penanganan kasus, tidak memungkinkan perkara tersebut bisa tuntas tahun ini. Karena, harus menunggu audit kerugian negaranya. ”Kalau kerugian negaranya sudah rampung baru kita gelar untuk penetapan tersangka,” ujarnya.

Penyidik tidak ingin ujug-ujug menetapkan tersangka. Karena harus diperkuat bukti dari unsur pasalnya. ”Supaya pembuktiannya lebih kuat di persidangan nanti,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks