alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Maling Handphone di Sirkuit Mandalika Sindikat Ahli dan Berpengalaman

MATARAM-Polda NTB membongkar kedok sindikat pencopet yang beraksi di event World Superbike (WSBK) Mandalika, akhir pekan lalu. Empat pelaku yang ditangkap terdiri dari seorang laki-laki berinisial DC, 46 tahun dan tiga perempuan berinisial LO, 41 tahun; AWP, 33 tahun; dan DAPS, 24 tahun.

”Semuanya asal Jakarta. Mereka satu keluarga. DC dan LO suami istri, DAPS ini anaknya, dan AWP adalah tetangganya,” beber Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata dalam jumpa pers bersama Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa (23/11).

Mereka tiba di Lombok Jumat (19/11). Kemudian menuju Mandalika dengan persiapan matang. ”Niatnya datang ke sini sejak awal untuk mencuri hanpdhone,” jelasnya.

Sebelumnya mereka membeli tiket nonton WSBK Mandalika warna hijau tosca. Masuk melalui gate 3 Sirkuit Mandalika. ”Pengakuannya modal untuk datang ke sini sudah menghabiskan uang Rp 5 juta,” bebernya.

Pada hari pertama dan kedua gelaran WSBK, Jumat-Sabtu (19-20/11), keempat pelaku yang berangkat dari hotel tidak beraksi karena penonton WSBK tidak terlalu ramai. Nah, mereka kemudian beraksi pada Minggu (21/11). Dalam sekejap mereka berhasil mencuri empat handphone. ”Satu iPhone dan tiga Samsung,” beber Hari sambil menunjukkan barang bukti.

Saat beraksi, masing-masing memiliki peran. LO atau sang ibu berperan sebagai pemetik dengan mengambil handphone korban dari dalam tas. Selanjutnya LO menyerahkan handphone curian tersebut ke suaminya DC. Sang suami lah yang bertugas membongkar handphone: melepas dan membuang kartu seluler serta membuka kode pengaman handphone. Setelah beres, handphone tersebut diserahkan ke AWP. Sementara sang anak DAPS berperan mengalihkan perhatian korban.

”Modusnya sangat rapi dan tidak diduga kalau mereka akan melakukannya,” ujarnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menambahkan, terungkapnya aksi komplotan itu berawal dari laporan masyarakat. Mendapatkan laporan, Ditreskrimum Polda NTB langsung melakukan penyelidikan. ”Dari hasil lidik, dilacak mereka akan pulang ke Jakarta melalui jalur darat,” katanya.

Polisi melakukan pengejaran. Tiga perempuan tersebut berhasil ditangkap saat akan naik kapal fery di Pelabuhan Lembar. Dari pengakuannya, tiga perempuan tersebut ternyata memiliki jaringan, yakni DC. “DC itu kita tangkap di tribun penonton Sirkuit Mandalika,” jelasnya.

Dari penyidikan yang dilakukan polisi, diketahui komplotan ini bukan hanya beraksi di Sirkuit Mandalika. Mereka juga beraksi di wilayah Kota Mataram. ”Satu unit handphone dicuri di Lombok Epicentrum Mall,” teranganya.

Artanto mengatakan, pengungkapan itu merupakan upaya represif yang dilakukan Polda NTB untuk menyukseskan WSBK. Segala bentuk persoalan sudah diantisipasi dengan baik. ”Kesiapan dan kesigapan personel di lapangan sudah mengantisipasi segala bentuk kejadian saat pelaksanaan WSBK,” katanya.

 

Pernah Beraksi di Sirkuit Sepang

 

Hari Brata mengatakan, keempat pelaku ini sudah memiliki pengalaman mencopet. Mereka beraksi pada event-event besar. ”Mereka ini spesialis. Mereka juga sudah melakukan tindakan serupa di Sirkuit Sepang, Malaysia,” katanya.

Tak hanya itu, mereka juga pernah beraksi saat pelaksanaan event internasional maupun nasional di Batam, Kepulauan Riau. ”Setiap beraksi mereka bisa mendapatkan puluhan handphone,” ungkapnya.

Kerjanya cukup rapi. Masing-masing memiliki keahlian berbeda. Satu sebagai pengalihan pandangan, eksekutor, dan penghilang barang bukti. ”Sindikat ini ahli dan sudah berpengalaman,” ujarnya.

Mereka berbaur dengan penonton. Mengincar orang-orang yang lengah karena fokus menonton event. ”Kalau mengincar orang lengah dua orang langsung memepetnya. Mengambil handphone dan satunya lagi bertindak membawa hadphone ke tempat lain,” ungkapnya.

Mereka juga memiliki grup lain. Rencananya, bakal mengundang grup pencopet lain untuk event MotoGP 2022. “Mereka rencananya akan mengundang pemain-pemain copet dari Malaysia, Turki, Thailand, Singapura, dan Filipina, saat MotoGP 2022 nanti,” jelasnya.

Sementara itu, LO mengaku dirinya sebenarnya tidak ingin datang nyopet ke event WSBK. Namun karena desakan ekonomi dia bersedia menerima ajakan suaminya DC. ”Anak saya juga saya ajak,” kata LO.

Untuk mencopet di Mandalika dia sudah menghabiskan modal hingga Rp 5 juta. Tujuannya bagaimana uang yang sudah dikeluarkan kembali sepenuhnya. ”Untuk menutupi itu bisa didapatkan dengan cara mencopet,” ungkapnya.

Dia mengakui dirinya salah. ”Saya khilaf, pak. Tidak mengulangi lagi,” ucapnya dengan penuh penyesalan.

Sementara AWP mengaku dirinya tidak diajak. Aksi mencopet yang dilakukan atas keinginannya sendiri. ”Ini kemauan saya sendiri,” akunya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks