Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Polresta Mataram Tangkap Anggota Linmas Penjual Ganja dan Sabu di Ampenan

MATARAM-Tim Satresnarkoba Polresta Mataram menangkap seorang oknum anggota Linmas (perlindungan masyarakat) di Kelurahan Pejarakan Karya, Ampenan, berinisial SR, Minggu (22/1) lalu. Selain SR, polisi juga menangkap SB, asal Gomong, Mataram. Mereka diduga menjual narkoba jenis ganja dan sabu.

Saat penggeledahan polisi menemukan 5 kilogram ganja dan 13,74 gram sabu di rumah SR.

“Barang buktinya cukup besar,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto didampingi Kapolresta Mataram Kombespol Mustofa dan Dirresnarkoba Polda NTB Kombespol Deddy Supriadi memberikan keterangan di Mapolresta Mataram, Selasa (24/1).

Usai menangkap dua pelaku, polisi melakukan pengembangan ke jaringan mereka di wilayah Dasan Agung. Di sana, polisi menangkap dua orang. Masing-masing berinisial SBT, 33 tahun, dan SH, 52 tahun.

“Empat orang yang diamankan ini adalah satu jaringan,” kata jenderal polisi bintang dua itu sambil menunjuk para tersangka.

Terkait pengungkapan ini, kapolda meminta penyidik Satresnarkoba Polresta Mataram menggali peran masing-masing tersangka. “Yang baru diketahui SBT ini merupakan residivis. Sudah empat kali masuk penjara dengan kasus yang sama,” terangnya.

Irjen Djoko memastikan narkoba jenis ganja yang diungkap ini bukan dari NTB. Saat ini, kata dia NTB menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba dari luar daerah. “NTB ini hanya konsumen. Makanya kami mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemuda Asal Aikmel Tertangkap Hendak Selundupkan Sabu ke Lapas Mataram

Dikatakan, pengungkapan ini tidak lepas dari peran masyarakat yang menginformasi adanya peredaran narkoba. “Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi,” ucapnya.

Kapolresta Mataram Kombespol Mustofa mengatakan, pemilik ganja dan sabu itu adalah SR yang sehari-hari merupakan anggota Linmas. Sasaran peredarannya wilayah Kota Mataram. SR menjual barang haram itu dalam berbagai ukuran. “Ada yang dijual paketan Rp 100 ribu, Rp 750 ribu, hingga Rp 1 jutaan,” jelasnya.

Mustofa tidak menyebut asal barang. Begitu juga dengan modus penyelundupan ganja dan sabu tersebut. “Kalau kami ungkap itu, para pelaku narkoba juga akan membaca mekanisme kami dalam pengungkapan,” kelitnya.

Yang pasti, kata dia ganja seberat 5 kilogram itu berasal dari luar daerah. Hanya saja pihaknya tidak menyebut pasti daerah tersebut. “Terkait jaringannya di luar daerah masih kami dalami,” ujarnya.

Mustofa mengatakan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polresta Mataram memerangi narkoba. “Kami juga lakukan tindakan preemtif dan preventif. Memberikan imbauan-imbauan dan melibatkan stakeholder lain melawan narkoba,” ucapnya.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama menambahkan, dari interogasi lapangan, SR mengaku mendapatkan ganja dari SH. Sementara SH mengaku hanya disuruh tetangganya berinisial SBT menyerahkan barang itu pada SR.

Baca Juga :  Bikin Ulah, Adrian Curi APD Korona Pesanan RS Narmada

Dari pengakuan itu, polisi mengejar SBT. Di rumah SBT ditemukan satu poket ganja ukuran satu klip kecil di atas pintu. Polisi juga menemukan uang Rp 1,1  juta yang diduga hasil penjualan sabu.

Yogi mengatakan, keempat tersangka merupakan satu jaringan pengedar ganja dan sabu. Ada yang bertindak sebagai pemesan barang, pemodal, dan pengantar barang. “SR ini jadi pemodal, SBT pemesan yang berhubungan dengan orang luar kota, SH sebagai kurir, dan SB membantu mengedarkan barang SR,” bebernya.

Berdasarkan hasil tes urine, mereka positif menggunakan sabu dan ganja. “Makanya selain kami terapkan pasal 111 atau pasal 112 atau pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, kami juga terapkan pasal 127,” kata dia.

Sementara itu, SBT mengaku sudah dua tahun mengedarkan ganja. “Sudah dua tahun pak, gunakan dan edarkan,” akunya.

Sedangkan SR mengaku hanya membantu. Selain mengedarkan, dirinya juga menggunakan. “Saya tidak dapat untung. Saya diupah untuk memakai saja,” kata SR. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks