alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Di NTB, Empat Polisi Masuk ODP Virus Korona

MATARAM-Sebanyak empat anggota polisi yang bertugas di wilayah hukum Polda NTB masuk orang dalam pengawasan (ODP) virus korona. ”Empat anggota Polri itu sudah melapor kesini (Rumah Sakit Bhayangkara),” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara AKBP dr  I Komang  Tresna, Senin (23/3).

Dari hasil pemeriksaan, tiga dari empat anggota Polri itu masuk dalam ODP karena sudah menjalankan tugas ke luar negeri. ”Mereka pergi ke Malaysia,” terangnya.

Satu anggota Polri telah melakukan kontak fisik dengan keluarganya yang baru datang dari Singapura. ”Tadi pagi, dia datang melapor ke sini. Dia juga langsung mengecek kesehatannya,” kata dia.

Dia tidak menyebut nama anggota Polri yang masuk dalam ODP. Dia sudah meminta kepada mereka untuk terus mengecek kondisi kesehatannya. ”Kalau ada gejala-gejala harus disegerakan untuk mengecek kesehatannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Selain empat anggota polisi yang sudah diperiksa, pihak rumah sakit juga sudah memeriksa pasien dari kalangan warga sipil. Pasien tersebut baru pulang umroh dari Mekkah. ”Tetapi, pasien itu masuk dalam ODP,” bebernya.

”Kita sudah laporkan langsung ke Dinas Kesehatan NTB,” terangnya.

Dia menerangkan, Rumah Sakit Bhayangkara tidak masuk dalam daftar rumah sakit rujukan penanganan virus korona. Sehingga, untuk penanganan lebih lanjut pihak rumah sakit akan langsung memindahkannya ke rumah sakit rujukan.

Khusus di NTB, ada empat rumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan penanganan korona. Yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, RSUD dr R Soedjono Selong, Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir di  Sumbawa, dan RSUD Kota Bima.

Baca Juga :  Isolasi Warga Miskin, Pemda di NTB Semestinya Beri Kompensasi

Kendati demikian, pihak rumah sakit tetap menyiapkan ruang isolasi untuk menangani pasien suspect virus corona. Ruang isolasinya sudah disiapkan kelengkapan penanganan dini bagi pasien suspect.  ”Di ruangan isolasi itu kita siapkan 10 kasur lengkap dengan sarana penanganan dini,” jelasnya.

Sarana kelengkapan lain sudah disiapkan berupa alat pelindung diri (APD), yakni pakaian hazmat atau dalam dunia medis dikenal pakaian dekotaminasi. Tenaga medis yang ahli di bidang penyakit dalam juga telah disiapkan. ”Nantinya setiap petugas yang menangani pasien suspect corona, kita bedakan dengan penanganan pasien lain. Bahkan kita siapkan juga ruang sendiri untuk mereka ganti APD,” ucapnya. (arl/r2) 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/