alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Di NTB, Empat Polisi Masuk ODP Virus Korona

MATARAM-Sebanyak empat anggota polisi yang bertugas di wilayah hukum Polda NTB masuk orang dalam pengawasan (ODP) virus korona. ”Empat anggota Polri itu sudah melapor kesini (Rumah Sakit Bhayangkara),” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara AKBP dr  I Komang  Tresna, Senin (23/3).

Dari hasil pemeriksaan, tiga dari empat anggota Polri itu masuk dalam ODP karena sudah menjalankan tugas ke luar negeri. ”Mereka pergi ke Malaysia,” terangnya.

Satu anggota Polri telah melakukan kontak fisik dengan keluarganya yang baru datang dari Singapura. ”Tadi pagi, dia datang melapor ke sini. Dia juga langsung mengecek kesehatannya,” kata dia.

Dia tidak menyebut nama anggota Polri yang masuk dalam ODP. Dia sudah meminta kepada mereka untuk terus mengecek kondisi kesehatannya. ”Kalau ada gejala-gejala harus disegerakan untuk mengecek kesehatannya,” ungkapnya.

Selain empat anggota polisi yang sudah diperiksa, pihak rumah sakit juga sudah memeriksa pasien dari kalangan warga sipil. Pasien tersebut baru pulang umroh dari Mekkah. ”Tetapi, pasien itu masuk dalam ODP,” bebernya.

”Kita sudah laporkan langsung ke Dinas Kesehatan NTB,” terangnya.

Dia menerangkan, Rumah Sakit Bhayangkara tidak masuk dalam daftar rumah sakit rujukan penanganan virus korona. Sehingga, untuk penanganan lebih lanjut pihak rumah sakit akan langsung memindahkannya ke rumah sakit rujukan.

Khusus di NTB, ada empat rumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan penanganan korona. Yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, RSUD dr R Soedjono Selong, Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir di  Sumbawa, dan RSUD Kota Bima.

Kendati demikian, pihak rumah sakit tetap menyiapkan ruang isolasi untuk menangani pasien suspect virus corona. Ruang isolasinya sudah disiapkan kelengkapan penanganan dini bagi pasien suspect.  ”Di ruangan isolasi itu kita siapkan 10 kasur lengkap dengan sarana penanganan dini,” jelasnya.

Sarana kelengkapan lain sudah disiapkan berupa alat pelindung diri (APD), yakni pakaian hazmat atau dalam dunia medis dikenal pakaian dekotaminasi. Tenaga medis yang ahli di bidang penyakit dalam juga telah disiapkan. ”Nantinya setiap petugas yang menangani pasien suspect corona, kita bedakan dengan penanganan pasien lain. Bahkan kita siapkan juga ruang sendiri untuk mereka ganti APD,” ucapnya. (arl/r2) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks