alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Overkapasitas Penghuni Lapas Mataram Rentan Tertular Korona

Kunjungan Dihentikan Sementara, Lapas Siapkan Video Call

MATARAM-Virus korona  atau Covid-19  semakin meresahkan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Mataram mengambil sikap. ”Kita tiadakan  kunjungan terhadap warga binaan,” kata Kalapas Mataram M Susanni saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/3) lalu.

Aturan itu berlaku mulai Senin (23/3). Masa berlakunya belum ditentukan. ”Kalau berlakunya, tergantung dari keputusan pusat,” ungkapnya.

Untuk mengganti kunjungan, Lapas Mataram menyediakan video call bagi warga binaan.  Mereka diberikan kesempatan untuk menghubungi keluarganya yang berada di rumah. ”Kita berikan durasi untuk video call selama lima menit,” jelasnya.

Sejauh ini, Lapas Mataram baru menyediakan lima unit peralatan video call. ”Kita belum tahu apakah nanti perlu ditambah atau tidak,” kata dia.

Selain itu, untuk mengurangi kejenuhan Lapas juga menyediakan tempat untuk menonton film di aula. Film yang diputarkan mengenai film edukasi. ”Kita lihat, warga binaan cukup antusias juga menyambutnya,” bebernya.

Sebelumnya, sempat ada penolakan dari para warga binaan. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan imbauan mengenai penyebaran virus korona di Indonesia, mereka bisa memahami kondisi tersebut. ”Kita tidak ingin mengambil resiko,” ujarnya.

Mengingat juga kondisi Lapas yang dihuni 1.043 warga binaan dengan kondisi lapas yang sempit membuat risiko penyebaran virus korona lebih cepat. ”Kita kan tidak tahu orang yang terjangkit dan tidak. Makanya, kita harus antisipasi terlebih dahulu,” kata dia.

Sanni mengatakan, Lapas masih menerima pengiriman makanan dari luar. Namun, pengantar makanan tersebut harus diperiksa lebih ketat. ”Suhu tubuh pengantar harus dicek dan diintrogasi secara mendetail oleh petugas,” ungkapnya.

Jika pengantar makanan memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat, anggota  penjaga tidak diperbolehkan menerima pengiriman makanan dari luar. ”Kita tolak pengiriman makanannya,” tegasnya.

Para pengunjung juga sempat komplain karena mesti diperiksa. Tetapi, setelah sosialisasi selama seminggu kepada para pengunjung, mereka pun menerimanya. ”Kalau pengunjung sekarang sudah mengerti keadaan mengapa tidak diberikan izin untuk berkunjung sementara waktu,” kata dia.

Kalapas Perempuan Riva Dilyanti mengatakan, upaya yang dilakukan ini sejalan dengan instruksi pemerintah terkait pengurangan kegiatan dan kerumunan yang mengundang massa. ”Semua kegitan sebenarnya melalui rumah,” kata Riva.

Tetapi petugas Lapas tidak bisa menjalankan itu semua karena harus berhubungan langsung dengan warga binaan. ”Makanya, kita mesti antisipasi penyebaran virus korona dilingkungan Lapas,” jelasnya.

Riva mengatakan, pemerintah telah meliburkan sekolah. Biasanya, di hari libur sekolah para pengunjung Lapas semakin meningkat. ”Itu yang kita tekan supaya tidak menimbulkan kerumunan di dalam Lapas,” ucapnya.

Untuk mengganti kunjungan, para warga binaan diberikan kesempatan untuk melakukan video call dengan keluarganya di rumah.  Selain itu, ada juga tambahan untuk menghubungi keluarga melalui wartel. ”Kita sediakan mereka supaya bisa langsung berkomunikasi dengan keluarganya,” pungkasnya. (arl/r2) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks