alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Perusakan Kampus UIN Mataram, Polisi Tetapkan Empat Tersangka, Provokator Belum Terungkap

MATARAM-Polisi telah merampungkan hasil penyidikan perusakan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. ”Sebelumnya penyidik baru menetapkan tiga tersangka. Sekarang kita tambah satu tersangka. Jadi, total ada empat tersangka yang ditetapkan,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Jumat  (24/4).

Mereka ditetapkan sebagai tersangka, karena bukti yang kuat. Dari keterangan saksi dan diperkuat dari rekaman CCTV. ”Dilihat dari rekaman CCTV itu, mereka secara aktif melakukan perusakan,” kata dia.

Sebenarnya ada dua orang lagi yang bakal ditetapkan sebagai tersangka. Namun, masih perlu pendalaman. ”Kita masih dalami,” ungkapnya.

Kadek Adi tak menjelaskan secara rinci peran tersangka. Apakah sebagai provokator atau disuruh. ”Itu masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Jadi nanti setelah penyidikan selesai baru kita beritahukan,” bebernya.

Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa sebanyak 16 orang. Baik dari pihak kampus, maupun orang yang berada di lokasi langsung. ”Kita masih dalami semua,” ujarnya.

Sebelumnya, ada empat saksi yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, mereka sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan itu. ”Makanya kita panggil secara paksa mereka agar kasus ini terang benderang. Sekarang mereka sudah memberikan kesaksian,” ungkapnya.

Dari keterangan saksi dan video CCTV, orang yang masuk ke kampus UIN pada saat perusakan tersebut lebih dari 25 orang. Namun, perlu didalami apakah semuanya melakukan perusakan atau tidak. ”Perlu dibuktikan dulu perannya,” ujarnya.

Dia belum memastikan apakah bakal ada tambahan tersangka lagi atau tidak dalam kasus perusakan kampus UIN tersebut. ”Nanti saja kita lihat seperti apa perkembangannya,” kata dia.

Para tersangka itu dijerat pasal 170 KUHP. Pada pasal tersebut dijelaskan tentang perusakan secara bersama-sama yang menyebabkan kerugian orang atau barang. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks