alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Dituduh Cabuli Bocah, Warga Janapria Nyaris Diamuk Massa di Bertais

MATARAM-Terduga pelaku pencabulan berinisial L, 40 tahun dibawa ke kantor polisi. Pria asal Janapria, Lombok Tengah (Loteng) itu nyaris dihakimi massa, Selasa malam (23/4). ”Terduga pelaku ini diamankan tim Polsek Cakranegara. Karena pelaku bakal dihakimi massa,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (24/6).

Selanjutnya, L diserahkan ke Satreskrim Polresta Mataram untuk ditindaklanjuti. ”Kita masih melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

L diduga melakukan tindakan pencabulan itu di Lingkungan Gontoran Barat, Bertais, Sandubaya, Mataram. Pelaku sudah mengenal korban yang masih berusia delapan tahun itu sejak beberapa bulan lalu. ”Pelaku mengakui kalau dirinya mengenal korban. Karena sering bermain di wilayah kos-kosannya,” terangnya.

Terungkapnya dugaan kasus pencabulan itu, berawal dari neneknya yang melihat kelamin korban berdarah. Selanjutnya, pihak keluarga mempertanyakan.

Si korban pun dengan polos menjawab sudah disetubuhi L. Pihak keluarga langsung membawa terduga pelaku ke rumah korban untuk diinterogasi.

Namun, korban yang terus menuduh L membuat pihak keluarga korban percaya. Massa pun ingin menghakimi pelaku. ”Makanya kita amankan,” ujarnya.

Kasus ini masih dalam perkembangan. Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. ”Dari hasil pemeriksaan sementara, kelamin korban memang berdarah. Kita belum tahu pasti penyebabnya. Nanti pihak dokter yang menyimpulkan,” terangnya.

Saat ini L masih ditahan di sel tahanan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). ”Kita belum periksa terlapor,” bebernya.

Nanti setelah penyidik selesai memeriksa sejumlah saksi. Selanjutnya, akan dilakukan gelar perkara. ”Apakah ada bukti-bukti kuat yang mengarah terjadinya tindakan pencabulan. Jika ada, pasti kita tetapkan terduga pelaku ini menjadi tersangka,” bebernya.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks