alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Sopir dan Kondektur Truk Diduga Selundupkan Narkoba ke Sumbawa

MATARAM-S0pir truk antar provinsi berinisial AR, 26 tahun dan kondektur berinisial SH, 33 nyambi menjadi kurir sabu. Dia membawa sabu asal Karang Bagu ke Sumbawa. ”Kita tangkap pelaku Sabtu (20/6) lalu. Saat menginap di salah satu Hotel di Tratak, Lingsar,”  kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Rabu (24/6).

Saat ditangkap, awalnya tim Satyaprabu Satnarkoba Polresta Mataram hanya mengamankan barang bukti sabu seberat Rp 5,21 gram. Tak hanya itu, tim juga menemukan alat hisap sabu. ”Setelah kita geledah hanya itu saja barang bukti yang ditemukan. Sehingga, pelaku bersama truknya kita amankan ke Polresta Mataram untuk proses penyidikan,” jelasnya.

Selanjutnya, sehari setelah penangkapan, tim memeriksa kedua pelaku. Dari hasil pemeriksaan ternyata masih ada narkoba jenis sabu yang disimpannya. ”Pelaku mengaku menyimpan di atas pohon di wilayah hotel tempat menginapnya,”  bebernya.

Tim kembali melakukan penggeledahan. Ternyata, benar di atas pohon itu  terdapat sembilan poketan sabu. ”Setelah kita timbang beratnya 45,94 gram. Jadi total sabu yang dimiliki kedua pelaku ini 53,16 gram,” jelasnya.

Dua pelaku yang berdomisili di Alas, Sumbawa itu mengaku hanya menerima kiriman sabu dari Karang Bagu. Kemudian diletakkan di hotel tersebut.

Dia diminta untuk membawakan barang haram itu ke seseorang di Sumbawa. Mereka menyebutnya sebagai bos. ”Pelaku ini hanya disuruh mengantar. Sudah ada bosnya yang menunggu di Sumbawa,” ujarnya.

Jika dihitung, harga sabu tersebut berkisar puluhan juta rupiah. ”Kalau harganya ini sekitar Rp 75 juta,” kata dia.

Pelaku tergiur mengirim barang haram tersebut ke Pulau Sumbawa karena mendapatkan upah cukup besar. ” Dijanjikan sekali jalan bisa mendapatkan Rp 2 juta  hingga Rp 10 juta. Tergantung dari jumlah barang yang dikirimnya,” jelas Elyas.

Pengiriman barang haram yang dilakukan kedua pelaku bukan kali pertama. Pekan lalu, dia berhasil membawa sabu ke Sumbawa seberat 6 gram. ”Saat itu dia diupah Rp 2 juta,” bebernya.

Jika melihat jumlah barang yang dikirimnya saat ini, kedua pelaku bisa mendapatkan bayaran hingga Rp 10 juta. ”Ya, bisa sampai segitu (Rp 10 juta),” jelasnya.

Selain sebagai kurir, kedua pelaku juga sebagai pengguna narkoba. ”Hasil tes urine, keduanya positif narkoba,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman maksimal penjara seumur hidup. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks