alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Vonis Kasus LCC Lobar, Azril Sopandi Ajukan Banding

MATARAM-Terdakwa korupsi pengelolaan Lombok City Center (LCC) di Lombok Barat (Lobar) L Azril Sopandi belum puas dengan vonis hakim. Mantan Direktur PT Tripat itu melayangkan banding. ”Sudah kita nyatakan banding ke PN (Pengadilan Negeri) Tipikor Mataram, Rabu (22/7),” kata Ina Maulina, penasihat hukum Azril, Jumat (24/7).

Sebelumnya, Azril divonis hakim PN Tipikor selama lima tahun penjara. Selain itu, dia dibebankan membayar denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Juga dibebankan membayar kerugian negara Rp 891,2 juta subsider dua tahun penjara.

Ina mengatakan, beberapa substansi pleidoi atau pembelaannya tidak masuk dalam pertimbangan majelis hakim. Salah satunya, mengenai penandatanganan surat piutang yang ditandatangani Azril di PT Bliss untuk penggantian gedung Dinas Pertanian  Lombok Barat (Lobar). ”Bukti surat penandatanganan Azril yang dihadirkan di persidangan itu hanya fotokopian. Bukan yang aslinya,” ujarnya.

Sampai saat ini, keabsahan surat piutang yang ditandatangani Azril tersebut belum bisa dibuktikan. Karena, saksi kunci dari PT Bliss, Isabel Tanihaha tak dihadirkan di persidangan. ”Seharusnya, dihadirkan Isabel. Malah hasil BAP (berita acara pemeriksaan) hanya dibacakan,” keluhnya.

Menurutnya, penandatanganan surat piutang yang mengatasnamakan Azril tak masuk dalam konteks pidana. Melainkan persoalan perdata. ”Ini kan masalah uang PT Bliss dengan PT Tripat,” kata dia.

Ina mempertanyakan, apakah uang penggantian gedung Dinas Pertanian sebanyak Rp 2,7 miliar dari PT Bliss tersebut masuk kategori uang negara atau tidak. ”Ini kan uang PT Bliss bukan uang negara,” ucapnya.

Ina mengaku masih menyiapkan memori kasasi. Secepatnya akan dirampungkan dan dikirim ke PN Tiipikor. ”Kalau memori masih kita buat. Secepatnya kita jadikan,” kata dia.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, jika terdakwa banding, penyidik juga akan melayangkan banding. ”Kita banding juga,” kata Dedi.

Terkait dengan klaim terdakwa yang menyatakan kasus itu masuk persoalan perdata  itu salah besar. ”Itu murni kasus pidana dan merugikan negara,” ungkapnya.

Sebelumnya jaksa tidak aakan mengaajukan banding. Karena vonis hakim sudah melebihi dua pertiga tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, Azril dituntut 6,5 tahun penjara. Serta denda Rp 250 juta subsider enam bulan dan uang pengganti kerugian negara Rp 641,2 juta subsider tiga tahun penjara.

Razak Tak Ajukan Banding

Sementara itu, mantan bendahara PT Tripat Abdurrazak yang juga menjadi terdakwa dalam kasus tersebut tak mengajukan banding. ”Dia sudah menerima. Tak banding,” kata Edi Kurniadi, penasihat hukum Abdurrazak.

Sebelumnya hakim telah memberikan waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir. Apakah akan mengajukan banding atau tidak. ”Sudah saya tanyakan langsung. Ini sudah lebih tujuh hari,” ujarnya.

Sebelumnya, Razak divonis empat tahun penjara. Ditambah membayar denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp 235,9 juta subsider 2,5 tahun.

Diketahui, ada dua item yang  diusut dalam perkara tersebut. Yakni, penyertaan modal,  PT Tripat selaku perusahaan daerah Lombok Barat (Lobar) sebesar Rp 1,7 miliar. Dari penyertaan itu sebanyak Rp 400 juta tak mampu dipertanggungjawabkan.

Kedua,  mengenai persoalan ruilslag gedung Dinas Pertanian yang berdiri di atas lahan LCC. Pada ruilslag tersebut, PT Bliss memberikan uang pengganti Rp 2,7 miliar ke PT Tripat untuk membangunkan gedung Dinas Pertanian.

Pada ruilslag tersebut muncul kerugian negara. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negaranya mencapai Rp 600 juta. Total kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks