alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pembunuhan Linda, Polisi Belum Bisa Kembangkan ke Tersangka Lain

MATARAM-Kasus kematian Linda Novita Sari sudah dipecahkan. Pacar korban, Rio Prasetya ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, pihak keluarga Linda Novita Sari mendorong polisi untuk mengembangkan kasus tersebut. Menurut keluarganya, dari rekaman CCTV, sehari setelah Linda dicekik hingga meninggal masih ada orang yang beraktifitas di rumah tempat Linda ditemukan dalam posisi tergantung.

”Kami sudah analisa rekaman CCTV itu. Kita sudah pastikan tidak ada orang yang beraktifitas lagi  di rumah Rio (tempat Linda ditemukan meninggal),” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (24/8).

Di rekaman CCTV itu yang terlihat memang ada orang yang beraktivitas di depan rumah Rio. Tetapi, tidak masuk ke dalam rumah Rio. ”Mereka masuk ke rumah yang bersebelahan dengan rumah Rio,” ujarnya.

Ternyata, rumah yang bersebelahan dengan rumah Rio itu pemiliknya adalah seorang dosen. Pada Jumat (24/7) itu, ada sebanyak lima orang mahasiswa yang datang ke rumah dosen itu. ”Tujuan mahasiswa itu datang untuk konsultasi skripsi,” bebernya.

Lima mahasiswa yang melintas di depan rumah Rio itu tidak mengenal yang namanya Rio. Mereka hanya mencari dosen untuk bimbingan skripsi. ”Kita sudah periksa semua orang itu. Termasuk juga dosen yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Rio,” ujarnya.

Dengan hasil penyidikan itu disimpulkan, Rio melakukan tindakan pembunuhannya seorang diri. ”Untuk sementara ini, dia (Rio, Red) pelaku tunggal,” ujarnya.

Barang bukti yang didapatkan dari hasil olah TKP sudah dimaksimalkan. Tetapi, belum ada petunjuk yang mengarah ke tersangka lain. ”Belum bisa kita kembangkan ke tersangka lain,” bebernya.

Saat ini, penyidik masih mengagendakan proses rekonstruksi. Untuk melihat secara jelas bagaimana cara Rio membunuh kekasihnya tersebut. ”Kalau rekonstruksi kita masih koordinasi dengan jaksa dulu untuk penetapan jadwalnya,” kata dia.

Diketahui, Linda dan Rio telah menjalin hubungan asmara. Namun, dalam hubungannya, Linda hamil. Rio pun diminta bertanggung jawab. Namun Rio menolak.

Sehingga terjadi cekcok di rumah Rio  perumahan BTN Royal Mataram, Kamis (23/7). Karena emosi Rio pun mencekik Linda hingga meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak, Rio menggantung korban di ventilasi rumahnya. Pada Sabtu (25/7), jenazah Linda ditemukan dalam posisi tergantung di rumah tersebut. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks