alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Dugaan Pungli di Trawangan, 12 Saksi Mangkir dari Panggilan Kejati NTB

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB serius mengusut dugaan pungli di lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan. Penyelidik bidang intelijen Kejati NTB telah memanggil sejumlah saksi untuk diklarifikasi.

Sejak Senin (22/11) lalu, mereka menjadwalkan empat orang untuk diklarifikasi. “Total sudah ada 12 orang yang kita panggil,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, Rabu (24/11).

Tetapi, tidak ada satu pun dari 12 saksi yang datang memenuhi panggilan tersebut. Mereka tidak datang tanpa keterangan. ”Kita meminta kepada semua saksi yang dipanggil untuk kooperatif,” imbaunya.

Dedi mengatakan, pemanggilan saksi itu bersifat klarifikasi. Itu untuk memperdalam adanya dugaan tindak pidana korupsi atas penyewaan atau jual-beli lahan milik Pemprov NTB yang pernah dikerjasamakan dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) tersebut. ”Ini masih penyelidikan,” jelasnya.

Pengusutan tersebut berawal dari laporan masyarakat. Lahan itu awalnya dikerjasamakan dengan PT GTI sejak tahun 1995. Artinya secara hukum yang berhak mengelola lahan tersebut adalah PT GTI. Tiba-tiba muncul pengusaha mendirikan beberapa bangunan di atas lahan tersebut.

Ada indikasi para pengusaha itu bisa mendirikan bangunan setelah menyetorkan sewa atau jual beli lahan ke oknum-oknum tertentu. Dugaan itu diperkuat adanya bukti kuitansi. ”Penyewaan atau pembelian itu tidak sah,” kata Dedi.

Namun, Dedi enggan menyebut jumlah transaksi sewa dan penjualan lahan yang dilakukan oknum-oknum tersebut. Alasannya itu menjadi rahasia penyidikan. ”Tidak boleh dibeberkan,” katanya.

Yang pasti, kata dia, berdasarkan hasil telaahan data, ada bukti kuitansi yang sudah dikantongi penyelidik. “Itu yang kita perdalam,” tandasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks